Memahami dan Mengenal Hati:


hati32
Mengenal Hati:
Semua orang pernah mendengar mengenai hati, tapi sangat jarang yang benar-benar mengenal hati. Padahal, hati adalah bagian diri kita; sama seperti kaki, tangan, otak, dan organ-organ tubuh lain. Bagi kita manusia, hati memiliki fungsi yang spesial, yang memungkinkan kita menjalani hidup di dunia seperti seharusnya sesuai rancangan Sang Pencipta. Kita sudah tahu bahwa fungsi kaki adalah untuk berjalan; tangan untuk memegang; otak untuk berpikir, merancanakan, mengontrol jalannya ‘mesin’ tubuh. Namun, tahukah kita apakah itu fungsi hati? Hati, seperti yang kita sudah ketahui, adalah pusat dari perasaan. Kita dapat merasa, menyadari, mengalami, dengan menggunakan hati. Tetapi, jika bicara mengenai perasaan, sesungguhnya, hati adalah pusat dari perasaan yang masuk pada golongan emosi tinggi yaitu rasa indah, rasa tenang, rasa damai, rasa nyaman, rasa bahagia. Sehingga, hati adalah kunci dari hubungan sosial dengan sesama dan hubungan spiritual dengan Sang Pencipta. Karena rasa yang sejati, tercermin dari kualitas hubungan tersebut. Ada beberapa kutipan-kutipan mengenai keindahan dan pentingnya hati :

• Hal-hal terbaik dan terindah di dunia tidak dapat dilihat atau disentuh, semuanya harus dirasakan dengan hati. ~ Helen Keller
• Keindahan yang abadi adalah keindahan dari hati. ~ Jalaluddin Rumi
• Visi Anda hanya akan jelas apabila Anda melihat ke dalam hati Anda. Siapapun yang melihat ke luar, hanyalah bermimpi. Siapapun yang melihat ke dalam, adalah sadar. ~ Carl Jung
• Mendidik pikiran tanpa mendidik hati adalah sama sekali bukan pendidikan. ~ Aristoteles
• Ke mana pun Anda pergi, pergilah dengan seluruh hati Anda. ~ Confucius
• Hanya sedikit yang melihat dengan mata dan merasakan dengan hatinya sendiri. ~ Albert Einstein
• Hanya dengan hati, seseorang dapat melihat dengan jelas dan benar, karena arti-arti terdalam tidak terlihat oleh mata. ~ Antoine de Saint-Exupery
• Salah satu cara belajar adalah melalui hati, bukan melalui mata atau intelek. ~ Mark Twain
• Cara itu tidak di langit. Cara itu ada di dalam hati. ~ Buddha Shakyamuni
• Dalam berdoa, lebih baik menggunaka hati tanpa kata-kata daripada menggunakan kata-kata tanpa hati. ~ Mahatma Gandhi
• Ada cahaya yang bersinar dibalik segala sesuatu di bumi, di balik kita semua, di balik surga yang tertinggi. Itulah cahaya yang bersinar di dalam hati kita. ~ Chandogya Upanishad 3.13.7
• Penjara yang paling buruk adalah hati yang tertutup. ~ Paus Johanes Paulus II
• Tanpa hati yang terbuka, kekayaan hanyalah pengemis yang tidak berarti. ~ Ralph Waldo Emerson

Saat membaca kutipan-kutipan tersebut, ada rasa akrab dan rasa seperti telah mengetahui kutipan tersebut meskipun tidak pernah belajar atau mengikuti figur atau cerita mereka. Bagian yang merasakan hal itu adalah hati. Shakyamuni Buddha membagikan: “Ketenangan ada di dalam diri Anda, janganlah mencari di luar diri Anda.”. Namun kita tidak perlu menjadi seorang Buddha untuk dapat melihat bagaimana orang-orang yang memburu kesuksesan duniawi dalam upaya untuk menjadi bahagia dan damai, tetapi berakhir tanpa mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian. Sejumlah orang kaya biasanya sulit dan bahkan tidak mungkin tersenyum lepas atau merasakan ketenangan dan kedamaian sejati dalam kehidupan sehari-hari mereka. Jika mengabaikan hati, maka mungkin saja kita masih dapat mencapai kesuksesan dan materi duniawi, namun ketenangan dan kebahagiaan akan selalu tetap berada di luar jangkauan. Saat kita membuka hati dan menggunakan hati dengan tepat, akan kita temukan bahwa kepuasan dan kesenangan datang bersamaan dalam satu paket dengan kekayaan; yang akan membantu kita untuk menikmati segala sesuatu dengan lebih baik lagi dan dengan perspektif nyata. Kita juga akan berbagi kebahagiaan dengan orang-orang di sekitar kita dengan lebih lepas, dan menciptakan lingkungan yang mendorong dan mendukung ketenangan dan kedamain.
images
Apakah Hati?
Hati dan Otak;
Hati dan otak adalah dua piranti kehidupan yang kita peroleh, dimana hati adalah piranti utama untuk kehidupan yang utuh dan berarti. Selama ini kita terbiasa menggunakan otak untuk hampir semua aktivitas, menyelesaikan persoalan, berhubungan antar sesama manusia, menghadapi tantangan, dan merespon situasi/kondisi di sekitar kita. Inilah yang menjadi sumber stres, ketidakbahagiaan, ketidakpuasan, kekuatiran, kejengkelan, dan hal-hal negatif lainnya; yang berujung pada pencarian kebahagiaan serta kepuasan yang semu dan sesaat. Itulah ciri-ciri di mana saat kita hanya menggunakan otak. Dengan lebih mengutamakan hati daripada otak, hal-hal negatif tersebut akan berganti dengan perasaan khas hati yang indah, tenang, damai, nyaman, dan bahagia. Dengan mengenali hati, kita bisa memanfaatkan hati untuk perbaikan segala aspek kehidupan seperti kesehatan fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual.

Apakah Hati?
Membuka Hati;
Untuk dapat memanfaatkan hati, kita perlu belajar dan berlatih untuk menggunakannya. Sama persis saat kita belajar untuk menggunakan kaki untuk merangkak, berdiri, berjalan, berlari; tangan untuk menyentuh, meraba, menggenggam, memegang, menjumput. Kita perlu mengasahnya seperti halnya kita mengasah otak dengan mempelajari beberapa ilmu pengetahuan; mulai dari TK, SD, SMA, sampai pendidikan lanjutan. Jika biasanya kita menyehatkan tubuh dengan olah raga, mencerdaskan otak dengan olah pikir, kita bisa memperkuat hati denganolah rasa. Menggunakan dan memanfaatkan hati adalah suatu keterampilan; yang dapat dilakukan kapanpun, dimanapun, untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Keterampilan ini dapat dipelajari oleh siapapun, tidak memandang usia, laki-laki, perempuan, agama, suku, dan lain lain; karena bersifat sangat universal dan caranya juga sangat sederhana. Dengan memanfaatkan hati; kita akan lebih sehat, tenang, produktif, kreatif, serta memiliki hubungan yang lebih baik lagi dengan sesama dan Tuhan YME, sehingga keindahan hidup semakin terasa.

Apakah Hati?
Hati Fisik dan Hati Spiritual;
Saat merujuk ke hati, bukan berarti merujuk ke hati fisik (liver). Tetapi merujuk ke hati spiritual (non fisik), yang merupakan pusat perasaan halus. Hati spiritual ini terletak di tengah dada.

Hati adalah pusat perasaan halus, kasih, dan hal-hal baik lainnya. Perasaan tidak sama dengan emosi. Jadi janganlah khawatir bahwa Anda akan menjadi lebih emosional setelah membuka hati. Sebaliknya, dengan membuka hati, maka hati dan diri Anda akan terhubung lebih baik kepada Tuhan YME, sehingga dapat menerima berkat Tuhan YME yang selalu berkelimpahan dengan lebih baik lagi.

Ada berbagai jenis perasaan. Ada “rasa” dari panca indra, ada “rasa” dari saraf tubuh fisik, ada “rasa” dari pikiran, ada “rasa” dari emosi, dan ada rasa dari “HATI” karena HATI adalah pusat perasaan yang sebenarnya.
Hati dan diri Anda akan di penuhi oleh ketenangan, kedamaian, kebahagian sejati yang semuanya berasal dari Berkat Tuhan YME. Selain lebih tenang, damai, dan bahagia dalam sehari-hari, Anda juga akan lebih sehat, lebih mudah berkonsentrasi, lebih khusuk dan indah dalam berdoa, dan tentu saja menjadi lebih dekat kepada Tuhan YME.

Apakah Hati?
Hati dan Hati Nurani;
Seperti yang tampak pada gambar, di dalam hati spiritual, kita memiliki roh atau diri sejati. Dan di dalam roh, kita memiliki hati nurani. Banyak buku spiritual kuno menyatakan bahwa rahasia terbesar terletak pada inti hati nurani, yang selalu mengetahui kebenaran, dan selalu mengarahkan kita kepada Tuhan YME.

Hati nurani selalu murni dan tidak dapat terkontaminasi oleh apa pun. Lapisan ‘Sir’ adalah lapisan khusus yang melindungi hati nurani dari pengaruh luar yang tidak murni. Untuk pemahaman umum; hati, roh, dan hati nurani dianggap sama, atau disebut sebagai hati.

Yang menjadi masalah adalah bahwa hati nurani kebanyakan orang masih tertutup. Dengan hati yang tertutup, hati nurani seseorang tidak dapat berfungsi sama sekali. Bahkan seorang penjahat pun memiliki hati nurani. Sayangnya, hati nurani mereka tidak berfungsi sama sekali. Namun, segera setelah orang-orang tersebut menggunakan hati nuraninya, pada saat itulah mereka akan mengarahkan diri kepada Tuhan YME. Hal ini menunjukkan bahwa betapa penting dan menakjubkannya hati nurani.

Bagi yang rajin dalam melakukan tugas spiritual atau agama, akan jauh lebih mudah mendapatkan manfaatnya. Namun, untuk mendapatkan manfaat secara maksimal, tidak cukup hanya tahu mengenai hati nurani. Akan lebih terbantu setelah mempelajari teknik yang sangat efektif untuk membantu membuka dan memperkuat hati serta mengaktifkan hati nurani; sehingga hati nurani menjadi lebih kuat dan mampu mengarahkan seluruh diri dan seluruh hidup kepada Tuhan YME.
tingkat-hati
Mengapa Hati?
Hati adalah Kunci;
Jika kita melihat motivasi di balik pikiran (otak) dan tindakan sadar serta bawah sadar, motivasinya adalah untuk mendapatkan kebahagiaan. Namun kendati sukses secara duniawi dan sosial; kita kadang-kadang merasa kesepian, kosong, dan seolah-olah ada sesuatu yang hilang. Bahkan saat kita mengalami kebahagiaan, cenderung hanya sekejap saja.

Beberapa dari kita telah lama bertanya: mengapa kita tidak dapat memegang kebahagiaan. Dalam wawasan manusia selama berabad-abad, tidak ada yang menemukan jawaban yang lengkap dan abadi dari pertanyaan tersebut.
Kunci dari jawaban pertanyaan tersebut adalah hati. Bukan hati fisik yang berdetak di dada, tapi hati spiritual. Hati spiritual (selanjutnya akan disebut hati) adalah kunci hubungan kepada Tuhan YME; sumber ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan sejati.

Dalam menggunakan dan membuka hati, kita diberkati dengan kedamaian dan kebahagiaan yang dapat dirasakan sungguh-sungguh dalam hidup sehari-hari. Kehidupan sehari-hari kita sebenarnya adalah manifestasi dari seberapa kuat kita terhubung dengan Tuhan YME. Dengan demikian, hati yang terbuka juga merupakan kunci utama untuk pertumbuhan spiritual untuk semakin dekat dengan Tuhan YME. Mengapa hati adalah hubungan utama kepada Tuhan YME? Mengapa hati adalah pusat perasaan bahagia dan indah? Mengapa hati adalah kuncinya, bukan otak atau bagian lain dari diri?
Hati adalah kunci karena diri sejati (roh) berada di dalam hati. Hati adalah fasilitas khusus yang disediakan sehingga selalu ada hubungan yang indah antara Tuhan YME dan semua diri sejati (roh).

Mengapa Hati?
Hubungan kepada Tuhan YME;
Antara hati dan Tuhan YME, ada hubungan cinta yang indah. Ini adalah hubungan yang sangat penting yang perlu ditingkatkan terus menerus untuk mendapatkan manfaat penuh dari Cahaya dan Kasih Sayang Tuhan YME yang mengalir melalui hubungan indah itu. Hubungan Ilahi ini mendefinisikan seberapa baik hubungan kita dengan Tuhan YME, seberapa dekat kita dengan Tuhan YME. Kualitas (seberapa bersih) dan kuantitas (seberapa besar) hubungan cinta ini tergantung pada seberapa terbukanya hati kita kepada Tuhan YME.

Dengan cara yang sama, kita harus menggunakan mata untuk melihat dan tangan untuk menyentuh – bukan hanya berniat untuk atau berpikir tentang melihat atau menyentuh. Hati kita harus benar-benar digunakan untuk memperkuat hubungan kita dengan Tuhan YME. Namun karena hubungan kita dengan Tuhan YME jelas bukan secara fisik tetapi secara spiritual, jelas bahwa kita tidak akan menggunakan organ fisik untuk lebih dekat kepada Tuhan YME. Sekali lagi ini adalah mengenai hati yang merupakan kunci hubungan kita kepada Tuhan YME. Dan ketika hati spiritual sudah tidak sulit sama sekali untuk digunakan, kita akan dapat melihat hubungan ini setelah membuka hati beberapa saat.

Melalui hubungan yang indah ini, melalui hati, seluruh keberadaan kita terus menerus menerima Berkat dan Cahaya dari Tuhan YME, yang merupakan sumber sukacita, kebahagiaan, ketenangan, kesehatan, kekayaan, dan semua hal yang baik dalam hidup. Melalui hubungan cinta ini, kita sedang dicintai dan diurus Tuhan YME setiap saat. Namun, untuk mendapatkan manfaat penuh dari hubungan yang indah ini, kita harus terhubung lebih baik lagi untuk hati dan membuka hati untuk Tuhan YME.

Bayi mulai tersenyum saat baru lahir karena mereka masih dapat dengan mudah dapat merasakan kebahagiaan sejati dari hati mereka. Mengapa lebih mudah bagi mereka untuk bahagia? Karena hubungan mereka dengan hati mereka masih sangat kuat. Mereka merasakan sukacita dari hati mereka di sebagian besar waktu mereka. Setelah bayi tumbuh menjadi anak-anak, otak mereka mulai semakin kuat dan dengan emosi negatif yang terjadi dari waktu ke waktu, hubungan dengan hati akan terblokir. Hati mereka mulai menutup jika tidak dilakukan sesuatu untuk menjaga pembukaan dan hubungan ke hati. Seperti yang kita alami, ketika beranjak tua, kita cenderung kehilangan senyum gembira karena hubungan dengan hati semakin lemah dan hati lebih tertutup oleh emosi negatif yang kita alami dari hari ke hari.
Bayi tersenyum secara alami karena hubungan mereka dengan hati mereka masih kuat sehingga mereka dapat merasakan sukacita dari hati mereka di sebagian besar waktu mereka.

Mengapa Hati?
Hati dan Membuka Hati;
Untuk membantu meningkatkan hubungan-hubungan penting: hubungan ke hati, hubungan antara hati dan Tuhan YME; dan untuk membantu membuka hati lebih baik lagi untuk Cahaya dan Kasih Sayang Tuhan YME, Yayasan Padmajaya telah mengembangkan program sistematis. Program ini dirancang dengan baik untuk membantu kita maju langkah demi langkah dalam membuka dan meningkatkan hubungan hati kepada Tuhan YME. Setiap program memiliki latihan yang efektif untuk membuka hati dan meningkatkan hubungan hati kepada Tuhan YME.

Dengan hubungan yang lebih baik, hati akan menerima lebih banyak aliran Cahaya dan Kasih Sayang Tuhan YME dengan lebih baik lagi dan lebih mudah, sehingga akan membuka dan membersihkan hati lebih baik dan lebih baik lagi. Dengan lebih hadirnya Cahaya dan Kasih Sayang Tuhan YME di dalam hati, akan dialami lebih banyak sukacita, ketenangan, dan kedamaian dalam hidup sehari-hari.

Mengapa Hati?
Hati dan Mencapai Tujuan Hidup Yang Sebenarnya
Sebelum mengenali kaitan antara Hati dan Mencapai Tujuan Hidup Yang Sebenarnya, hendaknya terlebih dahulu mengenali adanya kesadaran dalam diri kita.

Secara spiritual, manusia memiliki setidaknya tiga kesadaran:
• Kesadaran fisik dengan otak sebagai pusat.
• Kesadaran jiwa dengan jiwa sebagai pusat (terletak di antara alis).
• Kesadaran roh atau kesadaran diri sejati dengan roh atau diri sejati sebagai pusat (terletak di dalam hati spiritual). Kesadaran ini juga dikenal sebagai Kesadaran Super atau Supra atau Atman.

Roh (diri sejati) bersemayam di dalam hati. Harap dicatat bahwa dalam istilah Padmajaya, jiwa dan roh memiliki definisi yang berbeda dari apa yang sudah diketahui. Kami mendefinisikan roh sebagai diri sejati, bukan jiwa, karena diri sejati adalah percikan dari Sang Pencipta, Sumber Sejati yang merupakan roh terbesar atau dikenal sebagai Paramatman (The Greatest Atman) dalam filsafat Hindu.

Dari ilustrasi tersebut, dapat dilihat bahwa di dalam tubuh manusia terdapat jiwa dan di dalam jiwa terdapat hati dan roh. Jiwa tidak bisa ada tanpa adanya roh. Dalam ilustrasi tersebut, dapat dilihat bahwa inti dari hati adalah hati nurani. Hati nurani merupakan bagian terdalam dari hati, satu-satunya bagian diri yang mengetahui kebenaran sejati. Roh (diri sejati) tidak bisa ada tanpa adanya hati nurani.

Semasa kita hidup sebagai manusia, kesadaran fisik atau otak adalah lapisan luar dari kesadaran yang membungkus tingkat kesadaran yang lain. Meskipun kesadaran terdalam (jiwa dan roh) tahu apa yang terjadi, hanya kesadaran fisik yang dapat berinteraksi dengan lingkungan. Kesadaran yang lebih tinggi (jiwa dan roh) yang terletak di dalam, tidak memiliki kesempatan berinteraksi langsung dengan lingkungan, kecuali saat mengikuti ide atau keinginan dari tingkat kesadaran yang lebih tinggi dengan otak.

Begitu tubuh fisik berhenti bekerja, pusat kesadaran fisik (otak) pergi. Kesadaran jiwa, dengan hati dan jiwa di dalamnya, menjadi lapisan luar yang berinteraksi langsung dengan lingkungan. Kesadaran jiwa ini juga dikenal sebagai kesadaran perantara sebagai antarmuka antara manusia dan kesadaran roh agar roh dapat menggunakan tubuh fisik manusia untuk belajar di bumi sebagai manusia.

Mengapa Hati?
Kesadaran dan Hubungannya dengan Hati;
Mengingat bahwa hati sangatlah penting, itu tidak berarti bahwa tingkat kesadaran yang lain tidak penting. Kesadaran fisik dengan otak sebagai pusatnya juga merupakan fasilitas yang luar biasa. Otak merupakan bagian dari alat-alat spiritual yang diberikan oleh Tuhan YME sehingga kita dapat belajar melalui pengalaman, sebagai pelajaran spiritual di Bumi, untuk membantu kita ingat dan memilih Tuhan YME. Tetapi, tentu saja ada alat spiritual khusus yang membantu kita ingat dan memilih Tuhan YME, yang telah disediakan bagi kita untuk benar-benar meningkatkan hubungan kita kepada Tuhan YME, yaitu hati.

Bahkan, saat otak memilih Tuhan YME, kita juga dapat dengan tepat menggunakan fasilitas khusus yang telah diberikan kepada kita yaitu hati, yang menghubungkan kepada Tuhan YME serta dapat membantu roh terhubung langsung dengan segala sesuatu yang diperlukan. Hal ini adalah bagian dari hadiah indah dari tubuh fisik manusia.

Mengapa Hati?
Roh (Diri Sejati) di Dalam Hati adalah Kita Yang Sebenarnya;
“Siapakah saya?”, “Mengapa saya di sini?”, dan “Di mana saya menuju?” adalah pertanyaan yang kita hadapi. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting tersebut, perlu kita sadari siapa diri kita sebenarnya. Apakah kita adalah tubuh fisik manusia yang sementara, atau jiwa, atau roh? Siapa diri kita yang sebenarnya? Manakah yang ada lebih dulu, tubuh fisik manusia yang sementara, atau jiwa, atau roh?

Sebagian besar menganggap tubuh fisik manusia yang sementara ini sebagai kita yang sebenarnya. Jika kita memandang tubuh fisik yang sementara ini sebagai kita yang sebenarnya, sangatlah mudah untuk memahami mengapa kita memiliki begitu banyak kekhawatiran mengenai tubuh fisik yang sementara ini. Yang pasti tubuh fisik manusia ini suatu hari akan sakit, tua, dan mati. Ini hanya masalah waktu.

Sebaliknya, jika kita mulai menyadari bahwa diri kita yang sebenarnya bukanlah tubuh fisik manusia yang sementara ini, tetapi sesuatu yang kekal dan ilahi, yang tidak bisa mati, dan memiliki tujuan yang indah untuk ada; maka tidak ada alasan untuk khawatir banyak hal seperti yang dilakukan oleh kebanyakan manusia.

Ya, diri kita yang sebenarnya bukanlah tubuh fisik yang sementara ini, tetapi hati yang telah diberikan tubuh fisik oleh Tuhan YME, sebagai alat spiritual atau sebagai sarana indah sehingga kita bisa melakukan perjalanan spiritual sebagai manusia untuk membantu roh (diri sejati) kembali kepada Tuhan YME. Segala sesuatu yang kita alami dalam hidup sehari-hari hanyalah sebuah kesempatan dan sarana untuk membantu diri sejati (roh) untuk mencapai tujuan akhir dari keberadaan.

Beberapa waktu yang lalu, sebelum memiliki tubuh manusia, kita diciptakan sebagai hati oleh Tuhan YME, yaitu kita diberi hati sebelum diberi tubuh manusia. Bahkan tubuh manusia dan jiwa diciptakan oleh Tuhan YME sebagai sarana indah untuk membantu hati dan roh (diri sejati) yang belajar untuk kembali kepada Tuhan YME. Ketika kita datang dari Sumber Cahaya dan Kasih Ilahi, kita ditakdirkan untuk bahagia karena Sumber Cahaya dan Kasih Ilahi adalah sumber sukacita dan kebahagiaan sejati.

Jika tidak menyadari siapa kita sebenarnya, kita akan bergerak menjauh dari sukacita dan kebahagiaan sejati. Untuk mulai menyadari siapa diri kita sebenarnya, langkah pertama adalah selalu membuka hati untuk Tuhan YME. Hanya Cahaya dan Kasih Sayang Tuhan YME yang kita terima melalui hati, yang dapat membantu kita untuk menyadari siapa diri kita sebenarnya.

Belajar untuk membuka hati, membantu kita untuk menyadari siapa diri kita sebenarnya. Silakan membaca buku tulisan Irmansyah Effendi, “Diri Sejati Di Balik Tubuh yang Sementara Ini” untuk pemahaman lebih mendalam mengenai hal ini.
heart-of-flame-wallpaper-1280x960
Untuk apa Hati?
Kesadaran yang Lebih Tinggi dan Pertumbuhan Spiritual;
Sebagai manusia kita tumbuh dari bayi menjadi dewasa dan juga tumbuh sebagai makhluk spiritual. Dari sudut pandang kesadaran spiritual, bertumbuh secara spiritual berarti kesadaran kita tumbuh di luar kesadaran fisik sehari-hari.
Jiwa dan roh (diri sejati) dianggap sebagai kesadaran lebih tinggi karena getaran yang lebih tinggi dari kesadaran fisik sehari-hari. Secara teknis, kesadaran roh memiliki getaran energi yang lebih tinggi daripada getaran energi kesadaran jiwa dan getaran energi kesadaran jiwa memiliki getaran lebih tinggi daripada getaran energi kesadaran fisik. Jadi, dengan kata lain bahwa arah pertumbuhan spiritual adalah tumbuh menuju ke kesadaran yang lebih tinggi.

Hanya saat sadar sebagai roh, kita dapat memahami siapa kita yang sebenarnya dan memahami hubungan kita dengan Tuhan YME. Sadar sebagai roh merupakan langkah yang sangat penting dalam mencapai tujuan hidup yang sebenarnya (Yoga). Dengan demikian, mencapai kesadaran yang lebih tinggi merupakan bagian penting dari pertumbuhan spiritual.

Bagi banyak para pencari spiritual yang serius, bukanlah proses yang mudah untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi secara tepat. Banyak yang telah mencari dengan menghabiskan banyak waktu dan usaha tetapi tidak mendapatkan hasil yang tepat. Untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi dengan tepat, bukanlah proses yang sulit. Saat kita dibimbing oleh seseorang yang benar-benar tahu cara yang tepat, saat itulah dapat dicapai kesadaran yang lebih tinggi. Kuncinya adalah membuka hati untuk Cahaya dan Kasih Sayang Tuhan YME.

Untuk apa Hati?
Perjalanan Spiritual;
Perjalanan spiritual adalah perjalanan roh (sering disebut sebagai diri yang lebih tinggi, kesadaran super, kesadaran supra, atman, diri sejati, dll), yang merupakan percikan Tuhan YME (sumber roh), untuk lebih dekat dan akhirnya kembali ke Sumber yang Sejati. Ini bukan perjalanan simbolik atau hanya sebuah konsep, melainkan adalah sebuah perjalanan yang nyata (nonfisik untuk indra fisik, tetapi tetap sangat nyata). Perjalanan spiritual sejati bukanlah tentang mengunjungi tempat-tempat suci di bumi atau dimensi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, dalam perjalanan ini, bukan seberapa banyak otak belajar, karena suatu hari otak akan binasa, namun seberapa banyak roh (diri sejati) belajar untuk membuka hati dan pasrah kepada Tuhan YME.

Saat roh pasrah kepada Tuhan YME lebih baik lagi, roh menerima lebih banyak Cahaya dan Kasih Sayang dari Tuhan YME, semakin dekat dengan Tuhan YME, dan tumbuh lebih besar dan lebih terang.

Oleh karena itu pertumbuhan spiritual yang tepat adalah mengenai pertumbuhan roh (diri sejati). Setelah diri sejati pasrah seutuhnya kepada Tuhan YME, maka tujuan akhir perjalanan spiritual telah tercapai dan dikenal sebagai Yoga atau Mencapai Tujuan Hidup Yang Sebenarnya. Hal ini tidaklah mencapai tempat tertinggi atau dimensi, tetapi sudah tidak ada lagi pemisahan antara roh dengan Cahaya dan Kasih Sayang Tuhan YME, benar-benar sudah menjadi bagian dari Cahaya dan Kasih Sayang Ilahi, yang selalu bersama-sama dengan Tuhan YME.

Untuk apa Hati?
Mencapai Kesadaran Roh / Mencapai Kesadaran Diri Sejati;
Kita perlu mencapai kesadaran roh (kesadaran diri sejati) untuk maju dan untuk dapat kembali kepada Tuhan YME. Bagi kebanyakan orang, mencapai kesadaran yang lebih tinggi terdengar seperti misi yang tidak mungkin. Namun, Yayasan Padmajaya menawarkan serangkaian lokakarya khusus yang menjamin setiap orang untuk dapat mencapai kesadaran diri sejati. Kita tidak hanya akan berkomunikasi dengan diri yang lebih tinggi. Dalam Yayasan Padmajaya, mencapai kesadaran diri sejati berarti dapat sepenuhnya sadar sebagai diri yang lebih tinggi setiap saat diinginkan. Kita adalah penguasa diri kita sejak perjalanan spiritual sejati yang juga berarti penguasaan diri di semua tingkat kesadaran kita.

Sejak diri sejati berada di dalam hati, maka perjalanan spiritual akan menjadi perjalanan hati. Dan cara yang dilakukan oleh hati selalu dipenuhi dengan ketenangan, kedamaian, kebahagiaan. Hati adalah satu-satunya kunci untuk hubungan dengan Tuhan YME. Setelah Hati Nurani yang merupakan kunci untuk kebenaran sejati diaktifkan, kita akan mampu mewujudkan validitas dari segala sesuatu yang dibagikan di Yayasan Padmajaya. Hal ini adalah nyata, bukan sekedar teori/ide. Hanya dengan Hati Nurani dapat dipelajari cara yang tepat untuk melampaui realitas manusia.

Untuk apa Hati?
Diri Sejati di Alam Roh (Void)
Seperti disebutkan di bagian “Kesadaran Tinggi”, roh (diri sejati) berada di dalam hati. Diri sejati di dalam hati hanyalah sebagian kecil dari seluruh diri sejati. Diri sejati sebenarnya terletak di Void (juga dikenal sebagai Alam Roh). Saat berbicara mengenai hal-hal non fisik, roh dapat berada di beberapa tempat pada saat yang sama, karena tidak terbatas pada tubuh fisik atau Keberadaan. Dalam buku terbarunya, Diri Sejati, Irmansyah Effendi menjelaskan lebih rinci mengenai hal ini.

Pecahan kecil dari roh di dalam hati adalah untuk membantu roh utama belajar dan mengalami sebagai manusia. Apapun yang dipelajari oleh roh di dalam hati saat sebagai manusia, akan mempengaruhi roh utama di Alam Roh (Void) dan sebaliknya. Itu semua adalah hadiah dan kesempatan indah bagi roh untuk belajar dan mengalami Kasih Tuhan YME.
Gambar di bawah ini menggambarkan seluruh Keberadaan yang diciptakan oleh Tuhan YME hanya untuk membantu semua roh untuk mencapai tujuan hidup yang sebenarnya. Ada beberapa dimensi belajar di mana sebagian kecil dari roh akan mengambil bentuk fisik atau non fisik untuk belajar. Roh utama serta semua roh lainnya berada di Alam Roh (Void) di hadapan Tuhan YME yang selalu memancarkan Cahaya dan Kasih Sayang Ilahi untuk semua makhluk sepanjang waktu.

Untuk apa Hati?
Perjalanan Spiritual yang Sebenarnya;
Terlepas siapa kita atau apa yang kita alami sebagai manusia di Bumi, setiap kali mengikuti emosi negatif, roh kita di Alam Roh bergerak menjauh dari Tuhan YME. Setiap kali kita membuka hati dan berserah kepada Tuhan YME, roh kita di Alam Roh semakin mendekat kepada Tuhan YME. Kedua kondisi ini dapat terjadi setiap saat. Itulah mengapa dikatakan bahwa setiap saat adalah kesempatan untuk lebih dekat atau lebih jauh dari Tuhan YME.

Untuk lebih dekat dengan Tuhan YME, arah sebenarnya dari perjalanan spiritual adalah ‘apa yang kita lakukan bukanlah yang terpenting, tetapi bagaimana kita melakukannya’, apakah kita melakukannya dengan hati yang terbuka dan melakukannya dengan kasih dari hati atau tidak. Ini adalah suatu kebenaran yang sangat penting namun indah untuk diketahui saat kita masih memiliki tubuh manusia di Bumi. Ini adalah sukacita untuk berbagi kebenaran indah melalui program Yayasan Padmajaya.
_hearts_1404147596
Untuk apa Hati?
Mencapai Tujuan Hidup yang Sebenarnya (Yoga)
Banyak orang tahu mengenai Yoga, namun mereka tidak memahami sepenuhnya mengenai arti pentingnya Yoga. Dalam kata Sanskerta, Yoga memiliki definisi yang jelas : bersatu dengan Ilahi. Namun, mengetahui hal ini saja, adalah berbeda dari menyadari hal ini seutuhnya. Dalam Yayasan Padmajaya, Yoga bukan mengenai menuju ke tempat tertinggi atau dimensi tertinggi, Yoga adalah menjadi bagian dari Cahaya dan Kasih Ilahi, selalu bersama dengan Tuhan YME tanpa terpisah dari Cahaya dan Kasih Ilahi. Yoga tidak berarti bahwa kita menjadi satu dengan Sang Pencipta atau sama dengan Sang Pencipta. Sang Pencipta adalah Yang Maha Kuasa, tidak ada cara untuk seseorang pun dapat mencapai Yoga tanpa bantuan Sang Pencipta.

Seperti yang dapat dilihat dari gambar Alam Roh (Void) di bagian ”Perjalanan Spiritual (Spiritual Journey)”, Sang Pencipta, Sumber Cahaya dan Kasih, terus menerus memancarkan Cahaya dan Kasih Ilahi murni. Jika kita mencoba untuk membawa diri kita lebih dekat kepada Sang Pencipta, maka sebenarnya kita mendorong terhadap cahaya langsung yang memancar dari Sang Pencipta.

Cahaya langsung yang memancar, bukan hanya sekedar cahaya, itu adalah Kasih Ilahi. Sang Pencipta mengasihi kita masing-masing seutuhnya. Sang Pencipta selalu ingin memberikan yang terbaik, termasuk untuk kita kembali kepada Sang Pencipta seutuhnya.

Semua yang perlu kita lakukan adalah hanya membuka hati untuk menerima Kasih Ilahi, dan pada setiap saat itulah kita akan dimurnikan dan dibawa mendekat kepada Sang Pencipta. Saat kita dapat menerima Kasih Ilahi dari Sang Pencipta seutuhnya, kita akan kembali seutuhnya kepada Sang Pencipta.

Untuk apa Hati?
Cara Konvensional untuk Mencapai Tujuan Hidup yang Sebenarnya (Yoga)
Keberadaan (lihat ilustrasi di bagian ”Perjalanan Spiritual (Spiritual Journey)”) diciptakan oleh Sang Pencipta hanya untuk membantu semua roh agar mencapai tujuan hidup yang sebenarnya. Alam Roh (Void) adalah bagian dari Keberadaan itu.

Ada beberapa dimensi belajar di mana sebagian kecil roh di dalam hati akan mengambil bentuk fisik atau non fisik untuk belajar pelajaran tertentu. Roh (diri sejati) seperti semua roh-roh lain yang berada di Void, selalu berada di hadapan Tuhan YME yang selalu memancarkan Cahaya dan Kasih Ilahi untuk semua makhluk sepanjang waktu sebagai Kasih Sayang Tuhan YME untuk semua makhluk sepanjang waktu.

Bumi berada pada dimensi fisik yang merupakan dimensi ketiga dari 365 dimensi belajar. Semua dimensi pembelajaran adalah dimensi di mana jiwa dapat mengunjungi dimensi-dimensi tersebut jika diizinkan. Jiwa tidak bisa berada di Alam Roh (Void) karena hanya roh (diri sejati) saja yang bisa berada di sana. Perlu diketahui bahwa bila dikatakan jiwa, itu berarti selalu ada roh (diri sejati) di dalam jiwa. Tapi ketika berbicara mengenai roh (diri sejati), tidak ada jiwa di dalam roh (diri sejati). Silakan lihat gambar dari Tiga Tingkat Kesadaran di bagian ”Kesadaran Tinggi”.

Kebanyakan orang melakukan praktek latihan spiritual mereka dengan tujuan jangka menengah yaitu untuk mencapai kenaikan (ascension), untuk mencapai dimensi keempat, dimensi kelima, atau dimensi yang lebih tinggi. Idenya adalah untuk naik satu atau dua dimensi yang lebih tinggi sampai dapat mencapai tujuan akhir. Namun, jika memutuskan untuk menggunakan metode ini, harus diketahui bahwa cara tersebut tidak akan membawa ke tujuan akhir.

Pertama, perlu diketahui berapa banyak dimensi yang harus dilalui. Ada 365 dimensi belajar ditambah dimensi-dimensi khusus lainnya. Jadi, jika dapat naik satu dimensi yang lebih tinggi dalam waktu 30 sampai 40 tahun dengan praktek berdedikasi yang serius, akan dibutuhkan lebih dari 12.000 tahun untuk pergi melewati semua dimensi. Kemudian, ketika sampai ke dimensi tertinggi, kita tidak akan bisa masuk ke Alam Roh (Void) karena hanya roh (diri sejati) yang diperkenankan masuk Alam Roh (Void).

Naik melalui dimensi yang berbeda sudah dapat dilakukan dalam bentuk kesadaran menengah atau kesadaran jiwa, bukan sebagai diri sejati, dan itu sangat terbatas. Dan meskipun akhirnya bisa berpindah ke kesadaran roh (kesadaran diri sejati), kita hanya akan kembali ke titik awal. Roh (diri sejati) kita dan roh (diri sejati) makhluk lain sudah berada di dalam Void saat ini dan dari sejak awal mula. Kembali kepada Tuhan YME adalah perjalanan untuk roh (diri sejati). Jadi, jangan khawatir mengenai lapisan luar (tubuh fisik dalam dimensi fisik). Sebagai roh (diri sejati), kita sudah berada dalam Alam Roh (Void), itu adalah mengenai berapa banyak diri sejati bersedia untuk pasrah, yang akan dibantu oleh Kasih Tuhan YME untuk memenuhi tujuan akhir. Semoga Bermanfaat. Salam Rahayu…

Iklan