Memahami dan Mengenal Hati:


hati32
Mengenal Hati:
Semua orang pernah mendengar mengenai hati, tapi sangat jarang yang benar-benar mengenal hati. Padahal, hati adalah bagian diri kita; sama seperti kaki, tangan, otak, dan organ-organ tubuh lain. Bagi kita manusia, hati memiliki fungsi yang spesial, yang memungkinkan kita menjalani hidup di dunia seperti seharusnya sesuai rancangan Sang Pencipta. Kita sudah tahu bahwa fungsi kaki adalah untuk berjalan; tangan untuk memegang; otak untuk berpikir, merancanakan, mengontrol jalannya ‘mesin’ tubuh. Namun, tahukah kita apakah itu fungsi hati? Hati, seperti yang kita sudah ketahui, adalah pusat dari perasaan. Kita dapat merasa, menyadari, mengalami, dengan menggunakan hati. Tetapi, jika bicara mengenai perasaan, sesungguhnya, hati adalah pusat dari perasaan yang masuk pada golongan emosi tinggi yaitu rasa indah, rasa tenang, rasa damai, rasa nyaman, rasa bahagia. Sehingga, hati adalah kunci dari hubungan sosial dengan sesama dan hubungan spiritual dengan Sang Pencipta. Karena rasa yang sejati, tercermin dari kualitas hubungan tersebut. Ada beberapa kutipan-kutipan mengenai keindahan dan pentingnya hati :

• Hal-hal terbaik dan terindah di dunia tidak dapat dilihat atau disentuh, semuanya harus dirasakan dengan hati. ~ Helen Keller
• Keindahan yang abadi adalah keindahan dari hati. ~ Jalaluddin Rumi
• Visi Anda hanya akan jelas apabila Anda melihat ke dalam hati Anda. Siapapun yang melihat ke luar, hanyalah bermimpi. Siapapun yang melihat ke dalam, adalah sadar. ~ Carl Jung
• Mendidik pikiran tanpa mendidik hati adalah sama sekali bukan pendidikan. ~ Aristoteles
• Ke mana pun Anda pergi, pergilah dengan seluruh hati Anda. ~ Confucius
• Hanya sedikit yang melihat dengan mata dan merasakan dengan hatinya sendiri. ~ Albert Einstein
• Hanya dengan hati, seseorang dapat melihat dengan jelas dan benar, karena arti-arti terdalam tidak terlihat oleh mata. ~ Antoine de Saint-Exupery
• Salah satu cara belajar adalah melalui hati, bukan melalui mata atau intelek. ~ Mark Twain
• Cara itu tidak di langit. Cara itu ada di dalam hati. ~ Buddha Shakyamuni
• Dalam berdoa, lebih baik menggunaka hati tanpa kata-kata daripada menggunakan kata-kata tanpa hati. ~ Mahatma Gandhi
• Ada cahaya yang bersinar dibalik segala sesuatu di bumi, di balik kita semua, di balik surga yang tertinggi. Itulah cahaya yang bersinar di dalam hati kita. ~ Chandogya Upanishad 3.13.7
• Penjara yang paling buruk adalah hati yang tertutup. ~ Paus Johanes Paulus II
• Tanpa hati yang terbuka, kekayaan hanyalah pengemis yang tidak berarti. ~ Ralph Waldo Emerson

Saat membaca kutipan-kutipan tersebut, ada rasa akrab dan rasa seperti telah mengetahui kutipan tersebut meskipun tidak pernah belajar atau mengikuti figur atau cerita mereka. Bagian yang merasakan hal itu adalah hati. Shakyamuni Buddha membagikan: “Ketenangan ada di dalam diri Anda, janganlah mencari di luar diri Anda.”. Namun kita tidak perlu menjadi seorang Buddha untuk dapat melihat bagaimana orang-orang yang memburu kesuksesan duniawi dalam upaya untuk menjadi bahagia dan damai, tetapi berakhir tanpa mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian. Sejumlah orang kaya biasanya sulit dan bahkan tidak mungkin tersenyum lepas atau merasakan ketenangan dan kedamaian sejati dalam kehidupan sehari-hari mereka. Jika mengabaikan hati, maka mungkin saja kita masih dapat mencapai kesuksesan dan materi duniawi, namun ketenangan dan kebahagiaan akan selalu tetap berada di luar jangkauan. Saat kita membuka hati dan menggunakan hati dengan tepat, akan kita temukan bahwa kepuasan dan kesenangan datang bersamaan dalam satu paket dengan kekayaan; yang akan membantu kita untuk menikmati segala sesuatu dengan lebih baik lagi dan dengan perspektif nyata. Kita juga akan berbagi kebahagiaan dengan orang-orang di sekitar kita dengan lebih lepas, dan menciptakan lingkungan yang mendorong dan mendukung ketenangan dan kedamain.
images
Apakah Hati?
Hati dan Otak;
Hati dan otak adalah dua piranti kehidupan yang kita peroleh, dimana hati adalah piranti utama untuk kehidupan yang utuh dan berarti. Selama ini kita terbiasa menggunakan otak untuk hampir semua aktivitas, menyelesaikan persoalan, berhubungan antar sesama manusia, menghadapi tantangan, dan merespon situasi/kondisi di sekitar kita. Inilah yang menjadi sumber stres, ketidakbahagiaan, ketidakpuasan, kekuatiran, kejengkelan, dan hal-hal negatif lainnya; yang berujung pada pencarian kebahagiaan serta kepuasan yang semu dan sesaat. Itulah ciri-ciri di mana saat kita hanya menggunakan otak. Dengan lebih mengutamakan hati daripada otak, hal-hal negatif tersebut akan berganti dengan perasaan khas hati yang indah, tenang, damai, nyaman, dan bahagia. Dengan mengenali hati, kita bisa memanfaatkan hati untuk perbaikan segala aspek kehidupan seperti kesehatan fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual.

Apakah Hati?
Membuka Hati;
Untuk dapat memanfaatkan hati, kita perlu belajar dan berlatih untuk menggunakannya. Sama persis saat kita belajar untuk menggunakan kaki untuk merangkak, berdiri, berjalan, berlari; tangan untuk menyentuh, meraba, menggenggam, memegang, menjumput. Kita perlu mengasahnya seperti halnya kita mengasah otak dengan mempelajari beberapa ilmu pengetahuan; mulai dari TK, SD, SMA, sampai pendidikan lanjutan. Jika biasanya kita menyehatkan tubuh dengan olah raga, mencerdaskan otak dengan olah pikir, kita bisa memperkuat hati denganolah rasa. Menggunakan dan memanfaatkan hati adalah suatu keterampilan; yang dapat dilakukan kapanpun, dimanapun, untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Keterampilan ini dapat dipelajari oleh siapapun, tidak memandang usia, laki-laki, perempuan, agama, suku, dan lain lain; karena bersifat sangat universal dan caranya juga sangat sederhana. Dengan memanfaatkan hati; kita akan lebih sehat, tenang, produktif, kreatif, serta memiliki hubungan yang lebih baik lagi dengan sesama dan Tuhan YME, sehingga keindahan hidup semakin terasa.

Apakah Hati?
Hati Fisik dan Hati Spiritual;
Saat merujuk ke hati, bukan berarti merujuk ke hati fisik (liver). Tetapi merujuk ke hati spiritual (non fisik), yang merupakan pusat perasaan halus. Hati spiritual ini terletak di tengah dada.

Hati adalah pusat perasaan halus, kasih, dan hal-hal baik lainnya. Perasaan tidak sama dengan emosi. Jadi janganlah khawatir bahwa Anda akan menjadi lebih emosional setelah membuka hati. Sebaliknya, dengan membuka hati, maka hati dan diri Anda akan terhubung lebih baik kepada Tuhan YME, sehingga dapat menerima berkat Tuhan YME yang selalu berkelimpahan dengan lebih baik lagi.

Ada berbagai jenis perasaan. Ada “rasa” dari panca indra, ada “rasa” dari saraf tubuh fisik, ada “rasa” dari pikiran, ada “rasa” dari emosi, dan ada rasa dari “HATI” karena HATI adalah pusat perasaan yang sebenarnya.
Hati dan diri Anda akan di penuhi oleh ketenangan, kedamaian, kebahagian sejati yang semuanya berasal dari Berkat Tuhan YME. Selain lebih tenang, damai, dan bahagia dalam sehari-hari, Anda juga akan lebih sehat, lebih mudah berkonsentrasi, lebih khusuk dan indah dalam berdoa, dan tentu saja menjadi lebih dekat kepada Tuhan YME.

Apakah Hati?
Hati dan Hati Nurani;
Seperti yang tampak pada gambar, di dalam hati spiritual, kita memiliki roh atau diri sejati. Dan di dalam roh, kita memiliki hati nurani. Banyak buku spiritual kuno menyatakan bahwa rahasia terbesar terletak pada inti hati nurani, yang selalu mengetahui kebenaran, dan selalu mengarahkan kita kepada Tuhan YME.

Hati nurani selalu murni dan tidak dapat terkontaminasi oleh apa pun. Lapisan ‘Sir’ adalah lapisan khusus yang melindungi hati nurani dari pengaruh luar yang tidak murni. Untuk pemahaman umum; hati, roh, dan hati nurani dianggap sama, atau disebut sebagai hati.

Yang menjadi masalah adalah bahwa hati nurani kebanyakan orang masih tertutup. Dengan hati yang tertutup, hati nurani seseorang tidak dapat berfungsi sama sekali. Bahkan seorang penjahat pun memiliki hati nurani. Sayangnya, hati nurani mereka tidak berfungsi sama sekali. Namun, segera setelah orang-orang tersebut menggunakan hati nuraninya, pada saat itulah mereka akan mengarahkan diri kepada Tuhan YME. Hal ini menunjukkan bahwa betapa penting dan menakjubkannya hati nurani.

Bagi yang rajin dalam melakukan tugas spiritual atau agama, akan jauh lebih mudah mendapatkan manfaatnya. Namun, untuk mendapatkan manfaat secara maksimal, tidak cukup hanya tahu mengenai hati nurani. Akan lebih terbantu setelah mempelajari teknik yang sangat efektif untuk membantu membuka dan memperkuat hati serta mengaktifkan hati nurani; sehingga hati nurani menjadi lebih kuat dan mampu mengarahkan seluruh diri dan seluruh hidup kepada Tuhan YME.
tingkat-hati
Mengapa Hati?
Hati adalah Kunci;
Jika kita melihat motivasi di balik pikiran (otak) dan tindakan sadar serta bawah sadar, motivasinya adalah untuk mendapatkan kebahagiaan. Namun kendati sukses secara duniawi dan sosial; kita kadang-kadang merasa kesepian, kosong, dan seolah-olah ada sesuatu yang hilang. Bahkan saat kita mengalami kebahagiaan, cenderung hanya sekejap saja.

Beberapa dari kita telah lama bertanya: mengapa kita tidak dapat memegang kebahagiaan. Dalam wawasan manusia selama berabad-abad, tidak ada yang menemukan jawaban yang lengkap dan abadi dari pertanyaan tersebut.
Kunci dari jawaban pertanyaan tersebut adalah hati. Bukan hati fisik yang berdetak di dada, tapi hati spiritual. Hati spiritual (selanjutnya akan disebut hati) adalah kunci hubungan kepada Tuhan YME; sumber ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan sejati.

Dalam menggunakan dan membuka hati, kita diberkati dengan kedamaian dan kebahagiaan yang dapat dirasakan sungguh-sungguh dalam hidup sehari-hari. Kehidupan sehari-hari kita sebenarnya adalah manifestasi dari seberapa kuat kita terhubung dengan Tuhan YME. Dengan demikian, hati yang terbuka juga merupakan kunci utama untuk pertumbuhan spiritual untuk semakin dekat dengan Tuhan YME. Mengapa hati adalah hubungan utama kepada Tuhan YME? Mengapa hati adalah pusat perasaan bahagia dan indah? Mengapa hati adalah kuncinya, bukan otak atau bagian lain dari diri?
Hati adalah kunci karena diri sejati (roh) berada di dalam hati. Hati adalah fasilitas khusus yang disediakan sehingga selalu ada hubungan yang indah antara Tuhan YME dan semua diri sejati (roh).

Mengapa Hati?
Hubungan kepada Tuhan YME;
Antara hati dan Tuhan YME, ada hubungan cinta yang indah. Ini adalah hubungan yang sangat penting yang perlu ditingkatkan terus menerus untuk mendapatkan manfaat penuh dari Cahaya dan Kasih Sayang Tuhan YME yang mengalir melalui hubungan indah itu. Hubungan Ilahi ini mendefinisikan seberapa baik hubungan kita dengan Tuhan YME, seberapa dekat kita dengan Tuhan YME. Kualitas (seberapa bersih) dan kuantitas (seberapa besar) hubungan cinta ini tergantung pada seberapa terbukanya hati kita kepada Tuhan YME.

Dengan cara yang sama, kita harus menggunakan mata untuk melihat dan tangan untuk menyentuh – bukan hanya berniat untuk atau berpikir tentang melihat atau menyentuh. Hati kita harus benar-benar digunakan untuk memperkuat hubungan kita dengan Tuhan YME. Namun karena hubungan kita dengan Tuhan YME jelas bukan secara fisik tetapi secara spiritual, jelas bahwa kita tidak akan menggunakan organ fisik untuk lebih dekat kepada Tuhan YME. Sekali lagi ini adalah mengenai hati yang merupakan kunci hubungan kita kepada Tuhan YME. Dan ketika hati spiritual sudah tidak sulit sama sekali untuk digunakan, kita akan dapat melihat hubungan ini setelah membuka hati beberapa saat.

Melalui hubungan yang indah ini, melalui hati, seluruh keberadaan kita terus menerus menerima Berkat dan Cahaya dari Tuhan YME, yang merupakan sumber sukacita, kebahagiaan, ketenangan, kesehatan, kekayaan, dan semua hal yang baik dalam hidup. Melalui hubungan cinta ini, kita sedang dicintai dan diurus Tuhan YME setiap saat. Namun, untuk mendapatkan manfaat penuh dari hubungan yang indah ini, kita harus terhubung lebih baik lagi untuk hati dan membuka hati untuk Tuhan YME.

Bayi mulai tersenyum saat baru lahir karena mereka masih dapat dengan mudah dapat merasakan kebahagiaan sejati dari hati mereka. Mengapa lebih mudah bagi mereka untuk bahagia? Karena hubungan mereka dengan hati mereka masih sangat kuat. Mereka merasakan sukacita dari hati mereka di sebagian besar waktu mereka. Setelah bayi tumbuh menjadi anak-anak, otak mereka mulai semakin kuat dan dengan emosi negatif yang terjadi dari waktu ke waktu, hubungan dengan hati akan terblokir. Hati mereka mulai menutup jika tidak dilakukan sesuatu untuk menjaga pembukaan dan hubungan ke hati. Seperti yang kita alami, ketika beranjak tua, kita cenderung kehilangan senyum gembira karena hubungan dengan hati semakin lemah dan hati lebih tertutup oleh emosi negatif yang kita alami dari hari ke hari.
Bayi tersenyum secara alami karena hubungan mereka dengan hati mereka masih kuat sehingga mereka dapat merasakan sukacita dari hati mereka di sebagian besar waktu mereka.

Mengapa Hati?
Hati dan Membuka Hati;
Untuk membantu meningkatkan hubungan-hubungan penting: hubungan ke hati, hubungan antara hati dan Tuhan YME; dan untuk membantu membuka hati lebih baik lagi untuk Cahaya dan Kasih Sayang Tuhan YME, Yayasan Padmajaya telah mengembangkan program sistematis. Program ini dirancang dengan baik untuk membantu kita maju langkah demi langkah dalam membuka dan meningkatkan hubungan hati kepada Tuhan YME. Setiap program memiliki latihan yang efektif untuk membuka hati dan meningkatkan hubungan hati kepada Tuhan YME.

Dengan hubungan yang lebih baik, hati akan menerima lebih banyak aliran Cahaya dan Kasih Sayang Tuhan YME dengan lebih baik lagi dan lebih mudah, sehingga akan membuka dan membersihkan hati lebih baik dan lebih baik lagi. Dengan lebih hadirnya Cahaya dan Kasih Sayang Tuhan YME di dalam hati, akan dialami lebih banyak sukacita, ketenangan, dan kedamaian dalam hidup sehari-hari.

Mengapa Hati?
Hati dan Mencapai Tujuan Hidup Yang Sebenarnya
Sebelum mengenali kaitan antara Hati dan Mencapai Tujuan Hidup Yang Sebenarnya, hendaknya terlebih dahulu mengenali adanya kesadaran dalam diri kita.

Secara spiritual, manusia memiliki setidaknya tiga kesadaran:
• Kesadaran fisik dengan otak sebagai pusat.
• Kesadaran jiwa dengan jiwa sebagai pusat (terletak di antara alis).
• Kesadaran roh atau kesadaran diri sejati dengan roh atau diri sejati sebagai pusat (terletak di dalam hati spiritual). Kesadaran ini juga dikenal sebagai Kesadaran Super atau Supra atau Atman.

Roh (diri sejati) bersemayam di dalam hati. Harap dicatat bahwa dalam istilah Padmajaya, jiwa dan roh memiliki definisi yang berbeda dari apa yang sudah diketahui. Kami mendefinisikan roh sebagai diri sejati, bukan jiwa, karena diri sejati adalah percikan dari Sang Pencipta, Sumber Sejati yang merupakan roh terbesar atau dikenal sebagai Paramatman (The Greatest Atman) dalam filsafat Hindu.

Dari ilustrasi tersebut, dapat dilihat bahwa di dalam tubuh manusia terdapat jiwa dan di dalam jiwa terdapat hati dan roh. Jiwa tidak bisa ada tanpa adanya roh. Dalam ilustrasi tersebut, dapat dilihat bahwa inti dari hati adalah hati nurani. Hati nurani merupakan bagian terdalam dari hati, satu-satunya bagian diri yang mengetahui kebenaran sejati. Roh (diri sejati) tidak bisa ada tanpa adanya hati nurani.

Semasa kita hidup sebagai manusia, kesadaran fisik atau otak adalah lapisan luar dari kesadaran yang membungkus tingkat kesadaran yang lain. Meskipun kesadaran terdalam (jiwa dan roh) tahu apa yang terjadi, hanya kesadaran fisik yang dapat berinteraksi dengan lingkungan. Kesadaran yang lebih tinggi (jiwa dan roh) yang terletak di dalam, tidak memiliki kesempatan berinteraksi langsung dengan lingkungan, kecuali saat mengikuti ide atau keinginan dari tingkat kesadaran yang lebih tinggi dengan otak.

Begitu tubuh fisik berhenti bekerja, pusat kesadaran fisik (otak) pergi. Kesadaran jiwa, dengan hati dan jiwa di dalamnya, menjadi lapisan luar yang berinteraksi langsung dengan lingkungan. Kesadaran jiwa ini juga dikenal sebagai kesadaran perantara sebagai antarmuka antara manusia dan kesadaran roh agar roh dapat menggunakan tubuh fisik manusia untuk belajar di bumi sebagai manusia.

Mengapa Hati?
Kesadaran dan Hubungannya dengan Hati;
Mengingat bahwa hati sangatlah penting, itu tidak berarti bahwa tingkat kesadaran yang lain tidak penting. Kesadaran fisik dengan otak sebagai pusatnya juga merupakan fasilitas yang luar biasa. Otak merupakan bagian dari alat-alat spiritual yang diberikan oleh Tuhan YME sehingga kita dapat belajar melalui pengalaman, sebagai pelajaran spiritual di Bumi, untuk membantu kita ingat dan memilih Tuhan YME. Tetapi, tentu saja ada alat spiritual khusus yang membantu kita ingat dan memilih Tuhan YME, yang telah disediakan bagi kita untuk benar-benar meningkatkan hubungan kita kepada Tuhan YME, yaitu hati.

Bahkan, saat otak memilih Tuhan YME, kita juga dapat dengan tepat menggunakan fasilitas khusus yang telah diberikan kepada kita yaitu hati, yang menghubungkan kepada Tuhan YME serta dapat membantu roh terhubung langsung dengan segala sesuatu yang diperlukan. Hal ini adalah bagian dari hadiah indah dari tubuh fisik manusia.

Mengapa Hati?
Roh (Diri Sejati) di Dalam Hati adalah Kita Yang Sebenarnya;
“Siapakah saya?”, “Mengapa saya di sini?”, dan “Di mana saya menuju?” adalah pertanyaan yang kita hadapi. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting tersebut, perlu kita sadari siapa diri kita sebenarnya. Apakah kita adalah tubuh fisik manusia yang sementara, atau jiwa, atau roh? Siapa diri kita yang sebenarnya? Manakah yang ada lebih dulu, tubuh fisik manusia yang sementara, atau jiwa, atau roh?

Sebagian besar menganggap tubuh fisik manusia yang sementara ini sebagai kita yang sebenarnya. Jika kita memandang tubuh fisik yang sementara ini sebagai kita yang sebenarnya, sangatlah mudah untuk memahami mengapa kita memiliki begitu banyak kekhawatiran mengenai tubuh fisik yang sementara ini. Yang pasti tubuh fisik manusia ini suatu hari akan sakit, tua, dan mati. Ini hanya masalah waktu.

Sebaliknya, jika kita mulai menyadari bahwa diri kita yang sebenarnya bukanlah tubuh fisik manusia yang sementara ini, tetapi sesuatu yang kekal dan ilahi, yang tidak bisa mati, dan memiliki tujuan yang indah untuk ada; maka tidak ada alasan untuk khawatir banyak hal seperti yang dilakukan oleh kebanyakan manusia.

Ya, diri kita yang sebenarnya bukanlah tubuh fisik yang sementara ini, tetapi hati yang telah diberikan tubuh fisik oleh Tuhan YME, sebagai alat spiritual atau sebagai sarana indah sehingga kita bisa melakukan perjalanan spiritual sebagai manusia untuk membantu roh (diri sejati) kembali kepada Tuhan YME. Segala sesuatu yang kita alami dalam hidup sehari-hari hanyalah sebuah kesempatan dan sarana untuk membantu diri sejati (roh) untuk mencapai tujuan akhir dari keberadaan.

Beberapa waktu yang lalu, sebelum memiliki tubuh manusia, kita diciptakan sebagai hati oleh Tuhan YME, yaitu kita diberi hati sebelum diberi tubuh manusia. Bahkan tubuh manusia dan jiwa diciptakan oleh Tuhan YME sebagai sarana indah untuk membantu hati dan roh (diri sejati) yang belajar untuk kembali kepada Tuhan YME. Ketika kita datang dari Sumber Cahaya dan Kasih Ilahi, kita ditakdirkan untuk bahagia karena Sumber Cahaya dan Kasih Ilahi adalah sumber sukacita dan kebahagiaan sejati.

Jika tidak menyadari siapa kita sebenarnya, kita akan bergerak menjauh dari sukacita dan kebahagiaan sejati. Untuk mulai menyadari siapa diri kita sebenarnya, langkah pertama adalah selalu membuka hati untuk Tuhan YME. Hanya Cahaya dan Kasih Sayang Tuhan YME yang kita terima melalui hati, yang dapat membantu kita untuk menyadari siapa diri kita sebenarnya.

Belajar untuk membuka hati, membantu kita untuk menyadari siapa diri kita sebenarnya. Silakan membaca buku tulisan Irmansyah Effendi, “Diri Sejati Di Balik Tubuh yang Sementara Ini” untuk pemahaman lebih mendalam mengenai hal ini.
heart-of-flame-wallpaper-1280x960
Untuk apa Hati?
Kesadaran yang Lebih Tinggi dan Pertumbuhan Spiritual;
Sebagai manusia kita tumbuh dari bayi menjadi dewasa dan juga tumbuh sebagai makhluk spiritual. Dari sudut pandang kesadaran spiritual, bertumbuh secara spiritual berarti kesadaran kita tumbuh di luar kesadaran fisik sehari-hari.
Jiwa dan roh (diri sejati) dianggap sebagai kesadaran lebih tinggi karena getaran yang lebih tinggi dari kesadaran fisik sehari-hari. Secara teknis, kesadaran roh memiliki getaran energi yang lebih tinggi daripada getaran energi kesadaran jiwa dan getaran energi kesadaran jiwa memiliki getaran lebih tinggi daripada getaran energi kesadaran fisik. Jadi, dengan kata lain bahwa arah pertumbuhan spiritual adalah tumbuh menuju ke kesadaran yang lebih tinggi.

Hanya saat sadar sebagai roh, kita dapat memahami siapa kita yang sebenarnya dan memahami hubungan kita dengan Tuhan YME. Sadar sebagai roh merupakan langkah yang sangat penting dalam mencapai tujuan hidup yang sebenarnya (Yoga). Dengan demikian, mencapai kesadaran yang lebih tinggi merupakan bagian penting dari pertumbuhan spiritual.

Bagi banyak para pencari spiritual yang serius, bukanlah proses yang mudah untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi secara tepat. Banyak yang telah mencari dengan menghabiskan banyak waktu dan usaha tetapi tidak mendapatkan hasil yang tepat. Untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi dengan tepat, bukanlah proses yang sulit. Saat kita dibimbing oleh seseorang yang benar-benar tahu cara yang tepat, saat itulah dapat dicapai kesadaran yang lebih tinggi. Kuncinya adalah membuka hati untuk Cahaya dan Kasih Sayang Tuhan YME.

Untuk apa Hati?
Perjalanan Spiritual;
Perjalanan spiritual adalah perjalanan roh (sering disebut sebagai diri yang lebih tinggi, kesadaran super, kesadaran supra, atman, diri sejati, dll), yang merupakan percikan Tuhan YME (sumber roh), untuk lebih dekat dan akhirnya kembali ke Sumber yang Sejati. Ini bukan perjalanan simbolik atau hanya sebuah konsep, melainkan adalah sebuah perjalanan yang nyata (nonfisik untuk indra fisik, tetapi tetap sangat nyata). Perjalanan spiritual sejati bukanlah tentang mengunjungi tempat-tempat suci di bumi atau dimensi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, dalam perjalanan ini, bukan seberapa banyak otak belajar, karena suatu hari otak akan binasa, namun seberapa banyak roh (diri sejati) belajar untuk membuka hati dan pasrah kepada Tuhan YME.

Saat roh pasrah kepada Tuhan YME lebih baik lagi, roh menerima lebih banyak Cahaya dan Kasih Sayang dari Tuhan YME, semakin dekat dengan Tuhan YME, dan tumbuh lebih besar dan lebih terang.

Oleh karena itu pertumbuhan spiritual yang tepat adalah mengenai pertumbuhan roh (diri sejati). Setelah diri sejati pasrah seutuhnya kepada Tuhan YME, maka tujuan akhir perjalanan spiritual telah tercapai dan dikenal sebagai Yoga atau Mencapai Tujuan Hidup Yang Sebenarnya. Hal ini tidaklah mencapai tempat tertinggi atau dimensi, tetapi sudah tidak ada lagi pemisahan antara roh dengan Cahaya dan Kasih Sayang Tuhan YME, benar-benar sudah menjadi bagian dari Cahaya dan Kasih Sayang Ilahi, yang selalu bersama-sama dengan Tuhan YME.

Untuk apa Hati?
Mencapai Kesadaran Roh / Mencapai Kesadaran Diri Sejati;
Kita perlu mencapai kesadaran roh (kesadaran diri sejati) untuk maju dan untuk dapat kembali kepada Tuhan YME. Bagi kebanyakan orang, mencapai kesadaran yang lebih tinggi terdengar seperti misi yang tidak mungkin. Namun, Yayasan Padmajaya menawarkan serangkaian lokakarya khusus yang menjamin setiap orang untuk dapat mencapai kesadaran diri sejati. Kita tidak hanya akan berkomunikasi dengan diri yang lebih tinggi. Dalam Yayasan Padmajaya, mencapai kesadaran diri sejati berarti dapat sepenuhnya sadar sebagai diri yang lebih tinggi setiap saat diinginkan. Kita adalah penguasa diri kita sejak perjalanan spiritual sejati yang juga berarti penguasaan diri di semua tingkat kesadaran kita.

Sejak diri sejati berada di dalam hati, maka perjalanan spiritual akan menjadi perjalanan hati. Dan cara yang dilakukan oleh hati selalu dipenuhi dengan ketenangan, kedamaian, kebahagiaan. Hati adalah satu-satunya kunci untuk hubungan dengan Tuhan YME. Setelah Hati Nurani yang merupakan kunci untuk kebenaran sejati diaktifkan, kita akan mampu mewujudkan validitas dari segala sesuatu yang dibagikan di Yayasan Padmajaya. Hal ini adalah nyata, bukan sekedar teori/ide. Hanya dengan Hati Nurani dapat dipelajari cara yang tepat untuk melampaui realitas manusia.

Untuk apa Hati?
Diri Sejati di Alam Roh (Void)
Seperti disebutkan di bagian “Kesadaran Tinggi”, roh (diri sejati) berada di dalam hati. Diri sejati di dalam hati hanyalah sebagian kecil dari seluruh diri sejati. Diri sejati sebenarnya terletak di Void (juga dikenal sebagai Alam Roh). Saat berbicara mengenai hal-hal non fisik, roh dapat berada di beberapa tempat pada saat yang sama, karena tidak terbatas pada tubuh fisik atau Keberadaan. Dalam buku terbarunya, Diri Sejati, Irmansyah Effendi menjelaskan lebih rinci mengenai hal ini.

Pecahan kecil dari roh di dalam hati adalah untuk membantu roh utama belajar dan mengalami sebagai manusia. Apapun yang dipelajari oleh roh di dalam hati saat sebagai manusia, akan mempengaruhi roh utama di Alam Roh (Void) dan sebaliknya. Itu semua adalah hadiah dan kesempatan indah bagi roh untuk belajar dan mengalami Kasih Tuhan YME.
Gambar di bawah ini menggambarkan seluruh Keberadaan yang diciptakan oleh Tuhan YME hanya untuk membantu semua roh untuk mencapai tujuan hidup yang sebenarnya. Ada beberapa dimensi belajar di mana sebagian kecil dari roh akan mengambil bentuk fisik atau non fisik untuk belajar. Roh utama serta semua roh lainnya berada di Alam Roh (Void) di hadapan Tuhan YME yang selalu memancarkan Cahaya dan Kasih Sayang Ilahi untuk semua makhluk sepanjang waktu.

Untuk apa Hati?
Perjalanan Spiritual yang Sebenarnya;
Terlepas siapa kita atau apa yang kita alami sebagai manusia di Bumi, setiap kali mengikuti emosi negatif, roh kita di Alam Roh bergerak menjauh dari Tuhan YME. Setiap kali kita membuka hati dan berserah kepada Tuhan YME, roh kita di Alam Roh semakin mendekat kepada Tuhan YME. Kedua kondisi ini dapat terjadi setiap saat. Itulah mengapa dikatakan bahwa setiap saat adalah kesempatan untuk lebih dekat atau lebih jauh dari Tuhan YME.

Untuk lebih dekat dengan Tuhan YME, arah sebenarnya dari perjalanan spiritual adalah ‘apa yang kita lakukan bukanlah yang terpenting, tetapi bagaimana kita melakukannya’, apakah kita melakukannya dengan hati yang terbuka dan melakukannya dengan kasih dari hati atau tidak. Ini adalah suatu kebenaran yang sangat penting namun indah untuk diketahui saat kita masih memiliki tubuh manusia di Bumi. Ini adalah sukacita untuk berbagi kebenaran indah melalui program Yayasan Padmajaya.
_hearts_1404147596
Untuk apa Hati?
Mencapai Tujuan Hidup yang Sebenarnya (Yoga)
Banyak orang tahu mengenai Yoga, namun mereka tidak memahami sepenuhnya mengenai arti pentingnya Yoga. Dalam kata Sanskerta, Yoga memiliki definisi yang jelas : bersatu dengan Ilahi. Namun, mengetahui hal ini saja, adalah berbeda dari menyadari hal ini seutuhnya. Dalam Yayasan Padmajaya, Yoga bukan mengenai menuju ke tempat tertinggi atau dimensi tertinggi, Yoga adalah menjadi bagian dari Cahaya dan Kasih Ilahi, selalu bersama dengan Tuhan YME tanpa terpisah dari Cahaya dan Kasih Ilahi. Yoga tidak berarti bahwa kita menjadi satu dengan Sang Pencipta atau sama dengan Sang Pencipta. Sang Pencipta adalah Yang Maha Kuasa, tidak ada cara untuk seseorang pun dapat mencapai Yoga tanpa bantuan Sang Pencipta.

Seperti yang dapat dilihat dari gambar Alam Roh (Void) di bagian ”Perjalanan Spiritual (Spiritual Journey)”, Sang Pencipta, Sumber Cahaya dan Kasih, terus menerus memancarkan Cahaya dan Kasih Ilahi murni. Jika kita mencoba untuk membawa diri kita lebih dekat kepada Sang Pencipta, maka sebenarnya kita mendorong terhadap cahaya langsung yang memancar dari Sang Pencipta.

Cahaya langsung yang memancar, bukan hanya sekedar cahaya, itu adalah Kasih Ilahi. Sang Pencipta mengasihi kita masing-masing seutuhnya. Sang Pencipta selalu ingin memberikan yang terbaik, termasuk untuk kita kembali kepada Sang Pencipta seutuhnya.

Semua yang perlu kita lakukan adalah hanya membuka hati untuk menerima Kasih Ilahi, dan pada setiap saat itulah kita akan dimurnikan dan dibawa mendekat kepada Sang Pencipta. Saat kita dapat menerima Kasih Ilahi dari Sang Pencipta seutuhnya, kita akan kembali seutuhnya kepada Sang Pencipta.

Untuk apa Hati?
Cara Konvensional untuk Mencapai Tujuan Hidup yang Sebenarnya (Yoga)
Keberadaan (lihat ilustrasi di bagian ”Perjalanan Spiritual (Spiritual Journey)”) diciptakan oleh Sang Pencipta hanya untuk membantu semua roh agar mencapai tujuan hidup yang sebenarnya. Alam Roh (Void) adalah bagian dari Keberadaan itu.

Ada beberapa dimensi belajar di mana sebagian kecil roh di dalam hati akan mengambil bentuk fisik atau non fisik untuk belajar pelajaran tertentu. Roh (diri sejati) seperti semua roh-roh lain yang berada di Void, selalu berada di hadapan Tuhan YME yang selalu memancarkan Cahaya dan Kasih Ilahi untuk semua makhluk sepanjang waktu sebagai Kasih Sayang Tuhan YME untuk semua makhluk sepanjang waktu.

Bumi berada pada dimensi fisik yang merupakan dimensi ketiga dari 365 dimensi belajar. Semua dimensi pembelajaran adalah dimensi di mana jiwa dapat mengunjungi dimensi-dimensi tersebut jika diizinkan. Jiwa tidak bisa berada di Alam Roh (Void) karena hanya roh (diri sejati) saja yang bisa berada di sana. Perlu diketahui bahwa bila dikatakan jiwa, itu berarti selalu ada roh (diri sejati) di dalam jiwa. Tapi ketika berbicara mengenai roh (diri sejati), tidak ada jiwa di dalam roh (diri sejati). Silakan lihat gambar dari Tiga Tingkat Kesadaran di bagian ”Kesadaran Tinggi”.

Kebanyakan orang melakukan praktek latihan spiritual mereka dengan tujuan jangka menengah yaitu untuk mencapai kenaikan (ascension), untuk mencapai dimensi keempat, dimensi kelima, atau dimensi yang lebih tinggi. Idenya adalah untuk naik satu atau dua dimensi yang lebih tinggi sampai dapat mencapai tujuan akhir. Namun, jika memutuskan untuk menggunakan metode ini, harus diketahui bahwa cara tersebut tidak akan membawa ke tujuan akhir.

Pertama, perlu diketahui berapa banyak dimensi yang harus dilalui. Ada 365 dimensi belajar ditambah dimensi-dimensi khusus lainnya. Jadi, jika dapat naik satu dimensi yang lebih tinggi dalam waktu 30 sampai 40 tahun dengan praktek berdedikasi yang serius, akan dibutuhkan lebih dari 12.000 tahun untuk pergi melewati semua dimensi. Kemudian, ketika sampai ke dimensi tertinggi, kita tidak akan bisa masuk ke Alam Roh (Void) karena hanya roh (diri sejati) yang diperkenankan masuk Alam Roh (Void).

Naik melalui dimensi yang berbeda sudah dapat dilakukan dalam bentuk kesadaran menengah atau kesadaran jiwa, bukan sebagai diri sejati, dan itu sangat terbatas. Dan meskipun akhirnya bisa berpindah ke kesadaran roh (kesadaran diri sejati), kita hanya akan kembali ke titik awal. Roh (diri sejati) kita dan roh (diri sejati) makhluk lain sudah berada di dalam Void saat ini dan dari sejak awal mula. Kembali kepada Tuhan YME adalah perjalanan untuk roh (diri sejati). Jadi, jangan khawatir mengenai lapisan luar (tubuh fisik dalam dimensi fisik). Sebagai roh (diri sejati), kita sudah berada dalam Alam Roh (Void), itu adalah mengenai berapa banyak diri sejati bersedia untuk pasrah, yang akan dibantu oleh Kasih Tuhan YME untuk memenuhi tujuan akhir. Semoga Bermanfaat. Salam Rahayu…

ISLAM DAN KRISTEN DALAM JANGKA JAYABAYA SYEKH BAKIR:


jangka-jayabbaya-syeh-bakir
ISLAM DAN KRISTEN DALAM JANGKA JAYABAYA SYEKH BAKIR:
Jangka Jayabaya Syekh Bakir
Serat Jangka Jayabaya Syekh Bakir yang dilatinkan oleh R. Tanoyo. (Koleksi: Susiyanto)
Bagi sebagian penduduk Jawa, Jangka Jayabaya dianggap memiliki kedudukan yang istimewa. Kitab “legendaris” ini diposisikan sebagai “panduan” guna mengetahui masa depan kehidupan yang berkembang di atas daratan Pulau Jawa. Secara mitologis keberadaan kitab ini sering dihubungkan dengan adanya nuansa ramalan dan proyeksi jaman. Namun demikian hanya sedikit orang Jawa yang pernah membaca buku ini secara langsung. Bahkan lebih sedikit lagi yang mengetahui bahwa karya sastra ini memiliki banyak versi.

Di antara ragam Serat Jangka Jayabaya, salah satu versi yang ada bercerita tentang Syekh Subakir dan perannya dalam membangun peradaban bangsa manusia di Pulau Jawa. Oleh karena itu Serat Jangka Jayabaya ini sering disebut sebagai “Jangka Jayabaya Syekh Bakir”.

Secara tradisi, cerita babad ini dianggap sebagai karya Pangeran Adilangu, pujangga Kasunanan Kartasura. Meskipun demikian karya ini dianggap sebagai karya turunan dari karya sastra lainnya dari jaman yang lebih lampau.

Serat Jangka Jayabaya Syekh Bakir ini berbentuk tembang Macapat yang terdiri dari dua pupuh lagu yaitu tembang Sinom dan Pangkur. Tembang Sinom terdiri dari 26 bait lagu. Sedangkan Pupuh tembang Pangkur terdiri dari 40 bait lagu. Secara umum, isi Serat Jangka Jayabaya Syekh Bakir berbeda dengan Serat Jangka Jayabaya versi lainnya. Jika dalam kitab jangka yang umumnya bersumber dari Jangka Jayabaya versi Musarar3biasanya meminjam nama Syaikh Maulana Ngali Syamsujen sebagai sebagai guru Prabu Jayabaya untuk pengantar visi jangka. Maka Serat Jangka Jayabaya Syekh Bakir menggunakan tokoh Syekh Subakir sebagai utusan Sultan Rum, dalam hal ini Sultan dari Turki Utsmani,4 berusaha untuk mengisi dan membudayakan Pulau Jawa yang masih kosong dari manusia.
slide1-modified1
Syekh Subakir dihadap oleh Semar dan Togog. (Sekedar illustrasi)
Buku ini bercerita tentang pertemuan Syekh Subakir dengan dua sosok yang secara mitologis dianggap sebagai danyang Pulau Jawa yaitu Semar dan Togog. Kedua sosok punakawan dalam dunia pewayangan ini kemudian mengabdi kepada perintah Syekh Subakir yang digambarkan dalam karya sastra ini sebagai pembawa takdir baru dari Allah bagi Pulau Jawa. Setelah Syekh Subakir kembali ke Rum, maka kedua sosok inilah yang menjadi pengemban amanat dan sekaligus pelaksana petuah-petuahnya.

KRISTEN, PERTANDA JAMAN SANGARA;
Cerita-cerita mitologis dalam Serat Jangka Jayabaya Syekh Subakir sudah seharusnya ditempatkan sekedarnya sebagai sebuah produk kesastraan belaka. Beberapa gambaran kisah di dalamnya memiliki nuansa sejarah, namun juga bercampur dengan kisah-kisah yang bersifat mitologis semisal cerita wayang. Namun meski demikian, tidak diragukan lagi bahwa karya sastra ini memiliki kandungan pesan yang bersifat ideologis bagi masyarakat Jawa di masa mendatang.

Ajaran Kristen mendapat pembahasan tersendiri dalam karya sastra ini. Meskipun hanya dibahas dalam porsi yang kecil, menariknya Kristen diposisikan sebagai salah satu pertanda Pulau Jawa memasuki era Jaman Sangara. Maksud Jaman Sangara dalam serat ini adalah suatu masa dimana Pulau Jawa mengalami banyak fitnah dan lenyapnya kebenaran akibat setan bercampur dengan manusia. Jaman Sangara ini boleh dikatakan sebagai jaman lenyapnya moralitas manusia dan timbulnya kesengsaraan di Jawa.
Jaman Sangara ini menurut, Jangka Jayabaya Syekh Subakir, antara lain ditandai dengan banyaknya bermunculan fitnah, penganiayaan sesama saudara, pembunuhan kebohongan, menipisnya hasil sumber daya alam, wanita yang hilang rasa malunya, dan banyaknya kaum gay (keh anjamah pada priya, tanpa marem anjamah estri = banyak lelaki yang menjamah sesama lelaki, karena tidak puas dengan perempuan). Digambarkan bahwa pada jaman ini setan telah bercampur dengan manusia sehingga tidak diketahui lagi kebaikan. Sehingga timbul hukuman dari Penguasa Alam raya berupa beraneka macam bencana alam.

Selain itu tanda Jaman Sangara dijelaskan, bercampurnya setan yang merasuk dalam kehidupan menyebabkan manusia terjebak penyembahan kepada berbagai tuhan palsu. Kekeliruan itu terjadi ketika wong Jawa mulai meremehkan kitab, mendustakan kebaikan, lupa dengan keberadaan Allah, menyembah berhala, memuja setan, dan menganut Agama Kristen (Serani atau Nashrani). Penyimpangan perilaku ini diungkapkan dalam jangka tersebut sebagai berikut :

“Akeh wong maido kitab, akeh wong kang ndorakaken abecik, keh lali maring Hyang Agung, akeh nembah brahala, akeh ingkang ngarepaken lelembut, ana kang mangeran arta, ana kang mangeran serani.”

(Banyak orang meremehkan kitab, banyak orang menganggap kebaikan sebagai dusta, banyak lupa dengan Hyang Agung, banyak menyembah berhala, banyak yang berharap dari makhluk halus, ada yang mempertuhan harta, ada yang mempertuhan Serani”).

ISLAM, SOLUSI JAMAN “SENGSARA”
Jaman sangara sebagai wujud era amoralitas dan kesengsaraan ini, menurut Jangka Jayabaya Syekh Subakir, bukannya tanpa akhir. Semua permasalahan itu akan teratasi dengan munculnya raja yang berasal dari keturunan Kanjeng Nabi Rasul yang bertindak sebagai Ratu Adil. Hal ini diungkapkan sebagai berikut:

“Hyang Sukma anitah Raja, duk timure babaran ing Serandil, maksih tedak Kanjeng Rasul, Ibu wijil Mataram. Seselongan iya iku wijilipun, kang ngadani tanah Djawa, kang djumeneng Ratu Adil.”

(Hyang Sukma mengangkat Raja, pada waktu mudanya kelahiran Serandil, masih keturunan Kanjeng Nabi, Ibu dari benih Mataram, berasal dari Ceylon kelahirannya, yang akan memimpin Jawa, yang berkedudukan Ratu Adil”).

Sebagaimana jangka Jayabaya versi yang lain, Serat Jangka Jayabaya versi Bakir juga memuat sejumlah pesan mesianic. Menurut serat tersebut akan muncul seorang penguasa keturunan Kanjeng Rasul yang akan bertindak sebagai raja yang adil. Istilah “Kanjeng Rasul” yang dimaksud dalam babad ini menunjuk kepada pribadi Nabi Muhammad saw. Salah satu bagian dalam karya sastra ini menunjukkan secara gamblang sebagai berikut :

“Nulya karsane Hyang Widhi … Nitahaken ratu ing Demak, akeh sagung para wali ngajawi, pan sami amemulang, anglampahi sarengate Kanjeng Rasul, wus sirna jamaning Buda, pra sami agama suci. Wus samya Islam, masuk maring agamane Jeng Nabi …. “

(Selanjutnya kehendak Hyang Widhi … Menitahkan raja di Demak, banyak para wali datang ke Jawa, yang mengajar, melaksanakan syariat Kanjeng Rasul, telah lenyap jaman Buda, bersama menganut agama suci. Telah berislam semua, masuk ke dalam agamanya Jeng Nabi …)

Raja ini digambarkan sebagai orang yang memilih hidup sederhana. yang senantiasa menyerahkan dirinya kepada Allah Yang Maha Besar (mung sumende ing Hyang Agung = hanya menyerahkan diri kepada Yang Maha Agung).

Raja ini akan mampu menghadapi musuh hanya dengan mengandalkan Allah. Pengarang serat kemudian berharap agar publik pembacanya bersedia mengabdi kepada sang raja tersebut.

Keadilan raja ini tidak diragukan. Keadilannya merupakan hasil dari menjalankan syariat Islam secara kaffah, dengan berperilaku layaknya santri sejati. Serat Jangka Jayabaya Syekh Subakir menggambarkannya sebagai berikut:

“Ilange wong dora-cara, wong dursila durjana juti enting, bebotoh pada kabutuh, awit adil Sang Nata, akeh suci ing masjid kang melu sujud, eling maring kabecikan, pada dadi santri curit.”

(Musnahnya para penipu, manusia yang berperilaku jelek dan jahat, penjudi yang telah kecanduan, karena keadilan sang raja, banyak mensucikan diri di masjid yang ikut bersujud, mengingat akan kebaikan, semua menjadi santri sejati).

Karya sastra berbentuk jangka serupa ini tentu saja harus kita baca sebagai sekedar karya sastra saja. Naskah yang mungkin ditelurkan pada era sekitar penjajahan Belanda ini, tidak semua isinya harus dipercaya terutama dalam dimensi fungsinya sebagai visi ramalan. Meski demikian sebagai sebuah produk sastra, karya ini mewakili framework dari pujangga yang mengarangnya. Cara pandang itu mau tidak mau harus dilihat sebagai refleksi sang pujangga atas kondisi di sekitarnya. Dalam dimensi ini dapat ditemukan sikap loyalitas sang pujangga kepada Islam. Juga sikap antipatinya sebagai orang Jawa kepada ajaran Kristen. Sikap sinis yang terakhir ini mungkin saja, kalau benar karya ini ditulis pada era penjajahan, merupakan ekspresi yang lahir dari reaksi terhadap penjajah Kristen Belanda.

Serat Jangka Jayabaya Syekh Bakir tentu saja bukan satu-satunya karya sastra Jawa yang berpandangan seperti itu.

Dengan demikian, maka hakikatnya karya sastra ini secara langsung ataupun tidak langsung mencoba mengangkat Islam sebagai solusi bagi peri-kehidupan di Tanah Jawa. Juga menunjukkan suatu dimensi pandangan pujangga Jawa bahwa Islam adalah identitas masyarakat Jawa. Tanpa Islam maka “wong jowo ilang Jawane” (orang Jawa akan hilang identitas Jawanya). Semoga Bermanfaat. Salam Rahayu…

ISLAM DALAM RAMALAN JAYABAYA:


images (1)
ISLAM DALAM RAMALAN JAYABAYA:
(Telaah Serat Praniti Wakya Jangka Jayabaya)
Bagi sebagian kalangan muslim memunculkan kajian terhadap ‘keberterimaan’terhadap ramalan sudah tentu akan memantik sebuah polemik. Betapa tidak, konsep Islam dalam memandang ramalan pada dimensi supranatural telah tegas dan jelas. Umat Islam dikenai larangan atas sejumlah pengharapan spekulatif, seperti mengundi suatu pilihan dengan anak panah, berjudi, dan termasuk di dalamnya dengan jalan mempercayai ramalan. Apa yang penulis maksudkan dengan ramalan ini sudah tentu bukan merupakan sebuah upaya perkiraan masa depan dengan sejumlah metode ilmiah semacam metode forecasting penilaian kelayakan bisnis dalam perekonomian atau sejenisnya. Namun lebih kepada ramalan yang berorientasi pada klenik dan atau mengarah praktek kebatinan. Efek ramalan sendiri biasanya berlainan pada tiap-tiap individu yang berbeda. Akan tetapi umumnya, ramalan akan membuat manusia terjebak oleh angan-angan, bahkan secara negatif menjerumuskan pada kemusyrikan.

Namun harus menjadi sebuah kesadaran bahwa realitas yang lain tentang berkembangnya ramalan, akhir-akhir ini, justru semakin marak menyeruak. Semakin canggih piranti teknologi, kemudahan menikmati hidup, dan terbuka lebarnya akses informasi bukannya mengikis kepercayaan manusia modern terhadap model klenik yang satu ini. Ramalan justru seperti memanfaatkan kondisi dengan berperan mengisi kekosongan jiwa “manusia modern” dari kemiskinan spiritualitas. Ramalan bukan lagi identik dengan asap kemenyan pedupaan, spekulasi kartu tarot, bola kristal, pendulum, atau benda-benda yang dianggap memiliki tuah magis lainnya. Akan tetapi berkembang dengan menyelusup melalui layanan jasa komunikasi yang bisa diakses melalui piranti elektronik dengan biaya relatif terjangkau oleh masyarakat luas.

Di kelas menegah ke bawah, kebangkitan ramalan ditandai dengan menguatnya isu-isu lawas tentang pentahapan jaman. Kondisi perubahan sosial kemasyarakatan yang terus didera oleh berbagai kesulitan hidup, krisis kemanusiaan berkepanjangan, dan dekadensi moral telah menumbuhkan angan-angan dan penantian akan kemunculan sosok ‘ratu adil’. Tidak terkecuali, ramalan seringkali menjadi pelarian atas kehidupan yang dianggap semakin tidak pasti.

Bagi masyarakat Jawa khususnya, ramalan Jayabaya (baca: Joyoboyo) merupakan ramalan yang dianggap memiliki akurasi tinggi dalam menerangkan berbagai pertanda perubahan jaman. Ramalan ini sering diagung-agungkan sebagai memiliki gambaran tentang masa depan secara jelas dan meyakinkan. Anehnya, masyarakat yang mempercayai “kebesaran” ramalan Jayabaya, umumnya tidak memiliki pengenalan mendalam tentang keyakinannya berdasarkan sumber ‘resmi’ ramalan Jayabaya. Sikap taken for granted yang mereka tunjukkan umumnya terbentuk hanya melalui proses oral dengan sumber informasi yang tidak jarang sukar dipertanggungjawabkan. Tidak jarang mereka hanya berpatokan kepada ‘kata orang’. Demikian juga sejumlah pihak yang memposisikan diri sebagi penolak ramalan Jayabaya, umumnya juga tidak membangun sikapnya berdasarkan pengetahuan ataupun proses kajian yang jelas. Bahkan kadangkala hanya didasarkan atas sikap mula-mula yang sudah antipati terhadap istilah ‘ramalan’, maka menjadi justifikasi bahwa ramalan Jayabaya pun memiliki kadar ‘negatif’ sebagaimana penilaian awalnya.

Hadirnya tulisan terkait ramalan Jayabaya ini bukan merupakan usaha untuk melegalkan praktek ramalan. Namun lebih merupakan upaya informatif bagi para pembaca guna bersama memahami hakikat ramalan Jayabaya. Sehingga kejelasan sikap dan tindakan pembaca, terutama sebagai seorang muslim, akan terbangun berlandaskan sebuah pemahaman yang nyata. Sekaligus dalam hal ini penulis berharap, akan tumbuh sikap bahwa baik dalam posisi menerima maupun menolak terhadap hakikat sesuatu hendaknya didasarkan pada sebuah pengetahuan dan bukan hanya berdasarkan penilaian awal yang belum tentu benar apalagi sekedar ‘kata orang’.

PENULIS RAMALAN JAYABAYA;
Perlu diketahui, Ramalan Jayabaya merupakan kumpulan ramalan yang sangat populer di kalangan masyarakat Jawa. Ramalan yang sering disebut dengan istilah Jangka Jayabaya (baca: jongko joyoboyo) tersebut dinilai oleh banyak kalangan sebagai hasil karya pujangga yang memiliki akurasi tinggi dalam menggambarkan jaman dan kondisi masa depan yang diprediksi. Dengan kata lain sejumlah ‘orang Jawa’ sangat mempercayai ketepatan dan kesesuaian Jangka Jayabaya dalam menggambarkan masa depan.

Jangka Jayabaya memiliki banyak versi, minimal ada 9 (sembilan) macam versi. Umumnya kitab-kitab tentang ramalan Jayabaya tersebut merupakan hasil karya abad XVII atau XIX Masehi. Dari beragam versi Jangka Jayabaya tersebut, secara substansial kebanyakan memiliki kesamaan ide dan gagasan. Kemungkinan besar hal ini disebabkan beragam versi tersebut sebenarnya mengambil dari sebuah sumber induk yang sama yaitu kitab yang disebut Musarar atau Asrar. Oleh karena itulah maka penulis memutuskan untuk membatasi kajian ini berdasarkan Serat Pranitiwakya Jangka Jayabaya saja. Kitab diyakini merupakan karya Raden Ngabehi Ranggawarsita (baca: Ronggowarsito). Serat Pranitiwakya ini dapat dikatakan mewakili ramalan Jayabaya dalam wujud yang bersifat lebih ringkas.
65124082_1-Gambar-dari-KITAB-LONTAR-ANTIK
TOKOH JAYABAYA MENURUT SERAT PRANITI WAKYA;
Jayabaya yang dimaksud dalam Jangka Jayabaya tidak lain adalah Prabu Jayabaya, raja Kediri, yang dianggap memiliki kemampuan luar biasa dalam meramal masa depan. Nama Prabu Jayabaya sendiri bagi masyarakat Jawa sering menjadi inspirasi dalam menciptakan gambaran tentang ratu adil. Keberadaannya kerap kali dikaitkan sebagi penitisan Dewa Wisnu yang terakhir di tanah Jawa. Hal yang terakhir ini menjelaskan bahwa Prabu Jayabaya hidup pada atmosfer jaman Hindhuisme dimana seorang raja besar yang pernah hidup digambarkan memiliki hubungan dengan dunia mistik, sebagi wujud inkarnasi Dewa dalam rangka menjaga kelangsungan kehidupan di mayapada (bumi).

Akan tetapi pesan utama yang hendak disampaikan ramalan Jayabaya tentang sosok prabu Jayabaya, hakekatnya justru tidak mengkaitkan sang raja dengan Hindhuisme. Dalam Serat Praniti Wakya, Prabu Jayabaya digambarkan sebagai seorang yang telah menganut agama Islam. Bahkan dalam versi Serat Jayabaya yang lain digambarkan bahwa keislaman yang paling mendekati praktek Nabi adalah keislaman Prabu Jayabaya pada masa itu. “Yen Islama kadi Nabi, Ri Sang Jayabaya…” (Jika ingin melihat keislaman yang yang mendekati ajaran Nabi (Muhammad saw), orang demikian adalah Sang Jayabaya).

Gambaran keislaman yang dianggap terbaik demikian, jika memang benar terjadi, pembandingnya tentu adalah praktek keagamaan pada jaman Hindhuisme yang mendominasi tersebut. Parbu Jayabaya dianggap sebagai tokoh Muslim dengan parktek keislaman terbaik mendekati parktek Nabi dibandingkan banyak manusia pada masa itu yang masih mempraktekkan ajaran Hindhu.

Terkait dengan ‘keislaman’ Prabu Jayabaya, Serat Praniti Wakya menjelaskan bahwa raja Kediri tersebut telah berguru kepada Maulana Ngali Syamsujen yang berasal dari negeri Rum. Yang dimaksud dengan tokoh tersebut tentu adalah Maulana ‘Ali Syamsu Zein, seorang sufi yang kemungkinan besar berasal dari Damaskus. Pabu Jayabaya, digambarkan dalam Praniti Wakya sebagai sangat patuh menjalankan ajaran gurunya yang beragama Islam tersebut.

Lantas, apakah ‘keislaman’ Prabu Jayabaya yang hidup dalam atmosfer jaman kehindhuan ini dapat dipertanggungjawabkan sebagai informasi yang shahih ? Hal ini merupakan persoalan yang sulit diverifikasi kebenarannya. Sebab tidak terlalu banyak bahan yang dapat digunakan untuk merekonstruksi kehidupan keagamaan pada masa hidup Prabu Jayabaya. Bahkan tidak sedikit yang menggambarkan bahwa sosok Prabu Jayabaya tidak lain hanya sekedar tokoh fiktif belaka. Penulisan beragam versi Jangka Jayabaya pun, umumnya berasal dari masa belakangan, dimana Islam telah berkembang sebagai ajaran masyarakat. Namun hal ini penting dimengerti, terutama bagi para da’i yang berdakwah kepada kaum kebatinan dan kejawen, bahwa klaim mereka tentang Jangka Jayabaya merupakan kitab milik kaum kebatinan dan kejawen adalah salah. Sebab kitab ini sesungguhnya kitab ini dihasilkan berdasarkan pengaruh ajaran Islam.

Terkait keberadaan penganut agama Islam pada masa yang diyakini sebagai ‘Jaman’ Jayabaya, bukan merupakan persoalan yang mustahil. Prabu Jayabaya diyakini hidup pada abad XII, pada masa antara tahun 1135 dan 1157 M.

Sedangkan pada masa sebelumnya, yaitu era pemerintahan Erlangga, abad XI, di Leran, sekitar 8 (delapan) kilometer dari Gresik, telah ditemukan batu nisan dari makam seorang bernama Fathimah binti Maimun bin Hibatullah yang memberikan informasi bahwa wanita yang diyakini beragama Islam tersebut meninggal pada tanggal 7 Rajab 475 H atau tahun 1082 M.

Bahkan menurut Prof. Dr. Hamka jauh-jauh hari sebelumnya, dalam catatan China, disebutkan bahwa raja Arab telah mengirimkan duta untuk menyelidiki seorang ratu dari Holing (Kalingga) yang bernama Ratu Shi Ma yang diyakini telah melaksanakan hukuman had. Ratu tersebut ditahbiskan antara tahun 674-675 M. Prof. Dr. Hamka menyimpulkan bahwa raja Arab yang dimaksud adalah Mu’awiyah bin Abu Sufyan yang hidup pada masa itu dan wafat pada 680 M.

Demikan juga hasil kesimpulan Seminar Masuknya Islam ke Indonesia menyebutkan bahwa Islam masuk ke Indonesia pertama kali adalah abad I H atau abad VII-VIII M.

Karya sastra yang ditulis pada masa yang diperkirakan sebagai era Jayabaya, juga memiliki kecenderungan terpengaruh oleh keberadaan ajaran Islam. Disertasi Dr. Sucipta Wiryosuparto menyebutkan bahwa Kakawin Gatutkacasraya karya Mpu Panuluh, banyak menggunakan kata-kata dari Bahasa Arab.

Penggunaan kosa kata Arab yang serupa juga dapat ditemukan dalam Serat Baratayuddha, karya bersama Mpu Panuluh dan Mpu Sedah. Tulisan pujangga yang demikian tentu tidak mungkin terjadi kecuali telah terjadi interaksi dengan penganut agama Islam. Hal ini membuktikan bahwa telah ada komunitas umat Islam di Tanah Jawa pada masa yang diyakini sebagai era Jayabaya. Dengan demikian dakwah kepada penguasa, termasuk kepada Prabu Jayabaya pun bukan merupakan perihal yang mustahil. Demikian juga tentang keislaman sang raja Jayabaya merupakan persoalan yang sangat mungkin terjadi. Apalagi Jangka Jayabaya seringkali disebut-sebut diturunkan dari sejumlah karya yang lebih tua.

SUBSTANSI JANGKA JAYABAYA;
Boleh dikatakan bahwa hampir sebagian besar isi Serat Praniti Wakya berbicara tentang “masa depan” Pulau Jawa dalam visi Jayabaya. Namun bila dicermati lebih mendalam, akan nampak bahwa Serat Praniti Wakya banyak mengambil isnpirasi penulisan dari sumber-sumber Islam berupa Al Quran dan Hadits. Berita-berita tentang akhir jaman dari kedua pusaka umat Islam tersebut kemudian diolah dalam redaksi pengarang Serat Praniti Wakya (dalam hal ini diyakini sebagai karya R. Ng. Ranggawarsita). Sehingga sifat universal dari ajaran Islam tentang berita akhir jaman kemudian diterangkan dan diterapkan dalam lingkup Jawa. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar ajaaran islam dalam Serat tersebut telah mengalami proses yang disebut ‘jawanisasi’. Namun demikian, substansi Islam itu sendiri masih nampak bersifat tetap dan tidak hilang.

Simak misalnya, penuturan Jayabaya tentang kiamat. Sang Prabu menyatakan bahwa kiamat adalah “kukuting djagad lan wiji kang gumelar iki, iku tekane djajal laknat …”. Sorotan lain Serat Praniti Wakya juga membahas tentang pandangan Prabu Haji Jayabaya tentang akan datangnya Yakjuja wa Makjuja (Ya’juj dan Ma’juj), kiamat kubra (kiamat besar), lochil ma’pule (lauh al mahfudz), dan lain sebagainya.

Konsep-konsep yang termuat dalam Serat Paraniti Wakya tersebut di atas jelas tidak dapat diingkari berasal dari ajaran Islam. Deskripsi beberapa terminologi Islam dalam Praniti Wakya sebagian memang tidak bersifat lugas dan jelas. Pembabakan Jaman menjadi 3 bagian seperti jaman kaliswara, kaliyoga, dan kalisengara jelas bukan merupakan visi ajaran Islam. Demikian juga beberapa ramalan tentang ‘akan’ munculnya sejumlah kerajaan di Jawa seperti Pajajaran, Majapahit, Demak, Pajang, Mataram, Kartasura, dan Surakarta. Namun hal tersebut bukan tidak dapat dijelaskan. Penjelasan pertama, sangat mungkin sang pengarang Praniti Wakya, yaitu R. Ng. Ranggawarsita bermaksud menggambarkan pemahaman sang tokoh Prabu Jayabaya secara apa adanya, yaitu seorang muslim yang masih hidup dalam atmosfer Hindhuisme.

Namun dengan penjelasan kedua, hal tersebut bisa saja timbul dari pemikiran pengarang sendiri. Saat menulis sejumlah versi ramalan Jayabaya, jelas Ranggawarsita telah hidup pada masa dimana dia bisa mengikuti sejumlah perkembangan terkait jatuh bangunnya sejumlah kerajaan pada masa lampau, seperti Pajajaran, Majapahit, Demak, Pajang, dan seterusnya. Penjelasan awal tersebut memiliki konsekuensi memungkinkan terjadinya pembenaran bahwa Ramalan Jayabaya memang seolah terbukti akurat. Namun mengingat bahwa tidak ada catatan pasti yang menyatakan bahwa Prabu Jayabaya merupakan sosok yang memang ‘pintar’ meramal masa depan, maka penjelasan kedua ini lebih dapat digunakan sebagai argumentasi. Sedang terkait banyaknya konsep Islam dalam ramalan Jayabaya yang kadang terlihat ‘kurang’ islami lagi, mungkin hal ini disebabkan pemahaman R. Ng. Ranggawarsita yang kurang tuntas dalam memahami Syariat Islam.

Ranggawarsita pernah belajar di Pondok Pesantren Tegalsari, Ponorogo, dibawah asuhan Kyai Hasan Bashori atau sering disebut Kyai Kasan Besari dalam lidah Jawa. Sebelum berangkat ke pondok, sebenarnya Ranggawarsita telah pandai membaca Al Quran. Oleh karena pengajaran awal di pondok Pesantren Tegalsari, adalah pelajaran tentang kajian Al Quran dan Fiqih maka Ranggawarsita menjadi jengkel. Bahkan untuk melampiaskan kekesalannya, dia sering keluar dari lingkungan pondok untuk berjudi mengadu ayam. Kyai Kasan Besari akhirnya mengetahui kekesalan Ranggawarsita, maka kepada sang Ranggawarsita kemudian diajarkan ilmu tassawuf.

Agaknya hal ini sangat berpengaruh terhadap pemahaman syariat Ranggawarsita pada masa selanjutnya.

Sedangkan ‘ramalan’ bersifat futuristik yang seolah memiiliki kesesuaian dengan jaman yang diramalkan, hal tersebut bukannya tidak dapat dijelaskan. Misalnya ungkapan bahwa “… Nusa Jawa bakal kinalungan wesi” (Pulau Jawa akan dikalungi besi). Sebagian penafsir memaknai ungkapan tersebut berkaitan bahwa di Jawa akan timbul industrialisasi. Ada pula yang memaknai bahwa kalung besi yang dimaksud adalah penggambaran bentuk rel kereta api. Jika penafsiran ini benar, maka perlu diketahui bahwa Ranggawarsita hidup pada masa penjajahan Belanda, dimana pengaruh Belanda dalam lingkungan Keraton telah merasuk sedemikian kuatnya. Sedangkan di bumi Eropa sendiri, dimulai dari Perancis dan menyebar ke seluruh Eropa termasuk Belanda, telah mengalami Revolusi industri sehingga industrialisasi maupun transportasi darat menggunakan kereta api sudah umum keberadaannya.

Cerita-cerita demikian tentu dapat didengar di wilayah Keraton yang secara intens terlibat dalam pergaulan bangsa Belanda. Sudah tentu dalam pandangan Ranggawarsita, jika Jawa berada dalam genggaman Belanda, maka tidak urung ‘kalung besi’ akan mengitari Jawa. Hal itu bisa berupa industrialisasi maupun wujud rel kereta api.

Menariknya, serat Praniti Wakya sebagai buah karya R. Ng. Ranggawarsita, mediskripsikan pandangan Prabu Jayabaya terhadap tradisi kepemimpinan pendeta. Telah banyak diketahui bahwa para pendeta dalam sistem kasta Hindhu memiliki strata kedudukan paling tinggi secara sosial. Lebih tinggi dari kasta para raja dan bangsawan yang masuk ke strata kedua, yaitu kasta Ksatria. Diceritakan bahwa setelah selesai belajar kepada Maulana ‘Ali Syamsu Zain, Prabu Jayabaya bersama putranya yang bernama Prabu Anom Jayamijaya berniat mengantar kepulangan sang guru ke negeri Rum hingga ke pelabuhan. Sepulang dari pelabuhan, Prabu Jayabaya dan putranya menyempatkan diri singgah dipertapaan seorang pendeta bernama Ajar Subrata, saudara seperguruan sang Prabu namun masih menganut ajaran Hindhu. Sang pendeta bermaksud mencobai Prabu Jayabaya yang dikenal sebagi titisan Bathara Wisnu dengan memberi suguhan berupa 7 (tujuh) jenis yaitu kunyit satu rimpang, jadah (makanan dari beras ketan ditumbuk) darah, kejar sawit, bawang putih, bunga melati, dan bunga seruni masing-masing satu takir (wadah yang dibuat dari daun pisang, biasanya untuk meletakkan sesaji).

Suguhan tersebut bagi Prabu Jayabaya, memiliki makna tersandi atau arti tersembunyi yang berada disebalik suguhan tersebut. Apalagi Prabu Jayabaya dan Ajar Subrata pernah menjadi saudara seperguruan sehingga dimungkinkan mereka memiliki pengetahuan yang kurang lebih sama. Suguhan tersebut membuat sang Prabu sangat marah dan akhirnya membunuh sang pendeta sekaligus putrinya yang menjadi istri dari Prabu Anom Jayamijaya, putranya. Pasca peristiwa tersebut Jayabaya menerangkan bahwa pembunuhan tersebut dilakukan untuk menghukum kekurangajaran sang pendeta yang secara tersandi berniat mengakhiri kekuasaan raja-raja di Jawa. Suguhan tersebut memiliki makna bahwa jika Prabu Jayabaya memakannya maka kekuasaan akan tetap berada ditangan pendeta dan jaman baru, termasuk di dalamnya berkembangnya ajaran Islam, tidak akan pernah terjadi.

Demikianlah pandangan Serat Praniti Wakya, bahwa Prabu Jayabaya adalah titisan Wisnu yang hanya tinggal dua kali akan turun ke Marcapada. Pasca Prabu Jayabaya, dikisahkan bahwa Wisnu akan menitis di Jenggala dan setelah itu tidak akan pernah menitis kembali serta tidak memiliki tanggung jawab lagi terhadap kemakmuran ataupun kerusakan bumi maupun alam ghaib.

“… Ingsun iki pandjenenganing Wisjnu Murti, kebubuhan agawe rahardjaning bumi, dene panitahingsun mung kari pindo, katelu ingsun iki, ing sapungkuringsun saka Kediri nuli tumitah ana ing Djenggala, wus ora tumitah maneh, karana wus dudu bubuhan ingsun, gemah rusaking djagad, lawan kahananing wus ginaib, ingsun wus ora kena melu-melu, tunggal ana sadjroning kakarahe guruningsun, …”

Pernyataan di atas menggambarkan bahwa ajaran kedewaan dalam Hindhuisme tidak akan berlaku lagi pasca penitisan wisnu di Jenggala. Hal ini diperkuat pula bahwa pasca penitisan di Jenggala, Wisnu tidak akan memiliki tanggung jawab lagi terhadap keutuhan dunia nyata maupun dunia maya alam ghaib, termasuk alam kedewaan sekalipun. Dapat kita lihat pula bahwa pasca itu, Majapahit yang dianggap sebagai kerajaan tersohor di nusantara sekalipun ternyata sudah tidak melaksanakan ajaran Hindhu secara murni, namun menjalankan sinkertisme antara ajaran Syiwa dan Budha. Selanjutnya, jaman akan berubah menuju jaman Islam yang diisyaratkan bahwa semua keadaan akan menjadisatu dengan tongkat atau pegangan guru Jayabaya yang bernama Maulana ‘Ali Syamsu Zein. Bahkan secara tersirat Serat Praniti Wakya sebenarnya mencoba mengungkapkan bahwa Bathara Wisnu, Dewa yang masuk dalam Trimurti[18] dan memiliki tanggung jawab memelihara alam semesta, ternyata telah pula menerima ajaran Islam sebagai agamanya.

PENUTUP;
Demikian sekilas gambaran tentang Serat Praniti Wakya Jangka Jayabaya. Kitab tersebut pada dasarnya merupakan buku yang mencoba untuk memberikan apresiasi terhadap keberadaan Islam di Pulau Jawa. Hatta, di dalamnya mengandung banyak hal-hal yang musykil dan seolah tidak sesuai dengan ajaran Islam, namun dengan memandang kitab tersebut sebagai bagian dari proses dakwah di Pulau Jawa, maka perlu pula kaum muslimin mengkaji dan mengapresiasi serat tersebut. Sebab telah banyak kitab Jawa yang sebenarnya memiliki nafas Islam secara kental, namun diklaim sebagi kitab Hindhu maupun kebatinan.

Hal ini sudah tentu disebabkan kepedulian umat Islam yang masih minim dan sekaligus kurangnya pengetahuan terhadap naskah-naskah lama karya pujangga. Juga mengindikasikan bahwa kajian keilmuan dikalangan umat Islam, saat ini, masih belum membudaya.
Serat Praniti Wakya Jangka Jayabaya, karya seorang pujangga R. Ng. Ranggawarsita, seolah merupakan bentuk sinkretis perpaduan antara Islam dan kejawen. Akan tetapi nampak bahwa ajaran Islam lebih dominan sebagai substansi. Sedangkan ‘kejawen’ sendiri terposisikan sebagai kulit luar dari bentuk pemikiran Jawa yang telah terisi dengan ruh Islam.

Selanjutnya, jika pembaca termasuk ke dalam kelompok kalangan yang mempercayai ramalan Jayabaya sebagai ramalan yang memiliki akurasi tinggi, maka bersegeralah kembali kepada Islam dan sumber-sumbernya berupa Al Quran dan Ash Shunnah. Sebab, hakikatnya “ramalan” Jayabaya merupakan bagian dari upaya memahami Islam melalui proses pencarian panjang yang belum selesai. Sedangkan bagi kalangan yang menolak sebelum mengkaji hal ini sebelumnya, maka hendaknya akan dapat mengubah sikap terhadap pemahaman hakikat segala sesuatu. Bahwa sahnya sebuah amalan adalah pasca terbitnya sebuah kepahaman mendalam. Semoga Bermanfaat. Salam Rahayu….

ANAKU HARAPANKU MASA DEPANKU:


Kata Kata Doa Ibu untuk Anaknya
Malaikat Kecilku.
Tak ada kata yang mampu lukiskan betapa ibu sangat bahagia memilikimu wahai permataku. Melahirkanmu kedunia ini adalah anugerah terindahNya yang Dia berikan kepada ibu. Menyaksikanmu tumbuh besar adalah kebahagiaan yang tiada tara pernah ibu rasakan dalam hidup ibu yang sebentar ini. Menghabiskan waktu, melihatmu belajar satu persatu huruf yang kini kau hafal adalah bahagia ibu. Kau Malaikat Kecil ibu yang kini mulai tumbuh jadi seorang putra tampan, meyakinkan ibu betapa ibu sangat beruntung memilikimu. Duhai puteraku, tumbuhlah engkau seperti putera tampan yang tidak hanya tampan parasnya, tapi juga tampan hatinya. Karena engkau harus tau, tampan fisik akan sirna di masa yang akan datang. Sementara dengan ketampanan hati yang kau miliki, kau akan tumbuh dan dicintai oleh banyak orang yang mengenalmu.

Ibu sangat mengenal peringaimu, dan ibu sangat yakin engkau memiliki sikap semanis senyum yang tersungging di bibirmu. Duhai putera tampanku, kenalilah lingkungan sekitarmu dengan baik, sayangilah orang-orang di sekitarmu seperti engkau menyayangi dirimu sendiri. Ibu pasti memiliki kekhawatiran terhadap dunia yang akan engkau jalani, namun sebait doa akan terus ibu haturkan untuk kebaikan dan kebahagiaanmu di dunia maupun di hari akhir nanti. Ibu tidak memiliki seusatu yang berharga yang bisa ibu berikan untukmu, namun mulut ibu tak kan pernah berhenti berdoa, dan raga ini tak kan letih menjadi sandaran terbaikmu kala engkau merasa letih melangkah, menapaki dunia mencari makna kehidupan yang akan kau jalani.

??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
Anakku, harapanku. kelak engkau akan menjadi raja dalam rumah tanggamu. Kelak setelah engkau memberikanku cucu-cucu yang lucu engkau akan mengerti arti kehidupanku untukmu. Satu harapanku padamu Malaikat Kecilku, jangan engkau tiggalkan aku dalam kesepian merindumu. Satu yang harus engkau ketahui wahai anakku, bahwa kita memiliki Tuhan yang akan terus menjaga cinta kasih diantara kita. Teruslah berjalan di jalanNya, jangan pernah berputus asa melewati setiap rintangan hidup yang wajar adanya. Jangan menyerah dengan masalah, hadapi dan yakinlah bahwa kita memiliki kekuatan yang lebih besar dari masalah kita. Jangan engkau jadikan dunia sebagai tujuan akhir hidupmu, karena hidup ini akan berakhir dengan kematian dan kita kan menjalani kehidupan yang sebenarnya di hari nanti.

Mungkin hanya ini yang bisa ibu ungkapkan dan tuliskan untukmu Malaikat Kecilku, bahagiaku di dunia ini adalah memilikimu. Dan ibu berharap engkau akan tumbuh besar dalam kebaikan hidup dan kebermanfaatan diri untuk orang-orang yang ada di sekitarmu.

??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
Anak Tersayang…
Lihatlah… Itu dunia… anakku, gengamlah!
Kau milik zamanmu, maka bersiaplah!
Buaian hanya sementara
Selanjutnya kertas dan pena
Kau hadirkan pada mereka
Keilmuan seluas samudra
Hadirkan cahaya sibak gulita
Kau tembus bumi, merobek angkasa
Dan semua sulthon persembahkan untuk-Nya.
Itu cakrawala… anakku, rengkuhlah
Kau milik zamanmu, bersiagalah
Pelukan bunda hanya sementara
Selanjutnya keringat dan air mata
Kau suguhkan pada mereka
Hujjah dan qoulan syadida
Datangkan haq, dan kebatilan lenyap tak bersisa
Walau kaum kafir, munafiq, dan fasiq tak suka
Tetap istiqomahlah al-haq itu kau jaga
Hingga kau diterima dalam ridho-Nya

????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
Terus terang padaku, bintang mana yang mau kau petik
Aku bukan peramal, tapi hebat sebagai pendidik
Dan… sini, biar kususun manjamu dengan apik
Hingga kau tak menjadi cengeng, tapi petarung yang baik
Aku bukan pemikul beban yang terpaksa
Tapi aku penggembala penuh cinta
Dan padaku Tuhan memberi amanah luar biasa
menitipkanmu tuk kubentuk menjadi insan mulia.

Melihat kau hadir di bumi, adalah keajaiban
Melihat kau makin meninggi, adalah keajaiban
Melihat kau berguling ke kanan ke kiri, adalah keajaiban
Melihat kau duduk sendiri, menapakkan kaki, ketawa ketiwi, tumbuh gigi, dan padamu semua yang terjadi, adalah keajaiban
Kau seperti membelah aku dan suamiku, tapi tidak karena kau hadirkan cinta
Kau seperti mengusik tidurku dan suamiku, tapi tidak karena kau hadirkan cinta
Kau seperti membuatku letih menggendongmu, tapi tidak karena kau hadirkan cinta
Kau seperti membuatku penat menitahmu, tapi setiap apa yang kulakukan padamu, adalah pembuktian cinta. I love you baby.:-)

????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
Anakku sayang…
Tak terasa sudah 2 bulan kau hadir menemani kami
Kau hadir disaat hati ini lara
Kau buah cinta kami..kau penyejuk di jiwa ini
Kau memang kami damba, kami nanti dengan sengenap jiwa
Anakku sayang…
Kau harapan kami tuk masa depan
Kau bisa membuat sedih jadi bahagia
Anakku sayang…
Kau kekuatan cinta yang tak ada tandingannya
Kala kau bahagia kami sangat bahagia
Kala kau sedih hati ini ikut bersedih bahkan lebih sedih dari yang kau rasa
Dikala kau sakit semua tubuh ini juga terasa sakit
Segenap jiwa kami berikan tukmu anankku
Sepenuh hati kami berjuang untukmu
Harapan kami padamu jadilah anak yang solehah
Anak yang berbakti pada semua
Anakku sayang do’a kami selalu untukmu
Selalu dan selalu …
Hanya untuk kebahagiaanmu
buah hatiku yang paling berharga
ANJAR BAYU ANGGORO tersayang…

????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
Buah Hatiku…
Malam telah melampaui garisnya
Dinihari mulai menjelma..
Tapi aku tetap hanyut dalam bayangan.
Aku terbayang kedua belahan jiwaku yang nun jauh disana
Menanti dan aku menanti mereka untuk berkumpul disini
Aku bermohon kepada MU Ya Ilahi
Semoga hari-hari yang kami tunggu itu
Akan cepat tiba..biar rasa cinta yang mendalami ini
Akan dapat kami satukan kembali
Cinta yang tak terpisahkan oleh jarak yang sangat jauh
Karena kau selalu ada dalam setiap do’a dan langkah kakiku.

????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????Buah hatiku… ANJAR BAYU ANGGORO Bin RUSWANDI. Lahir; Purworejo. Hari Senin wage tgl 5 januari Malam selasa kliwon pukul 23:30 2015. 15 Maulud 1436. H

4 Cara Cermat Merawat Bayi Baru Lahir:


10301433_1508202432768839_8894664222583153918_nAmbarwatie.1
4 Cara Cermat Merawat Bayi Baru Lahir:
Merawat bayi baru lahir menjadi pengalaman yang sangat membahagiakan bagi orangtua baru. Peran baru sebagai seorang ibu selain menggembirakan terkadang juga menimbulkan kekhawatiran. Selama ibu mengikuti petunjuk perawatan bidan atau dokter, maka tidak perlu cemas. Satu hal yang perlu diperhatikan saat merawat bayi adalah hati-hati, cermat dan tidak mudah panik.

Ada beberapa perhatian penting yang perlu diketahui sehubungan dengan perawatan bayi baru lahir di rumah. Kebiasaan-kebiasaan yang perlu diketahui agar dapat memberikan perawatan terbaik bagi bayi antara lain :

????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????<a
1. Bayi baru lahir tidak perlu memakai gurita.
Perawatan bayi dengan mengenakan gurita perlahan kini sudah mulai ditinggalkan. Penggunaan gurita pada bayi justru akan menekan bagian perut bayi dan membuat bayi kesulitan bernafas. Seandainya ibu ingin tetap mengenakan gurita sebaiknya ikatan harus longgar. Jangan khawatir bahwa tali pusat bayi akan tergeser dan cemas bayi akan kesakitan.
Pemakaian gurita yang terlalu ketat justru akan menekan lambung dan membuat bayi tidak nyaman. Selain itu, bayi juga sedang masa pertumbuhan organ tubuhnya. Ibu khawatir perut bayi akan kembung? Tak perlu cemas. Tidak ada bayi kembung akibat tidak menggunakan gurita sejak bayi.

Pada bayi, memang otot dinding perut masih belum kuat dan sangat lentur, sehingga kadang tampak lebih besar. Seiring dengan pertumbuhan dan gerak bayi semakin aktif otot-otot tubuh bayi akan semakin kencang dan bila sudah mulai merangkak dan berjalan secara alami kondisi perut bayi akan lebih kencang karena sudah ada gerakan dan aktivitas.

Cara perawatan tali pusar terbaru, sebaiknya tali pusar dibiarkan terbuka tanpa dibalut kain kassa dan cukup diolesi alkohol saat di rumah sakit. Selanjutnya di rumah setiap mandi disabuni dan dibersihkan. Bagaimana jika nanti pusarnya bodong karena tidak memakai gurita? Pusar yang baru lepas kadang pangkalnya tampak menyembul sedikit hal yang wajar, kecuali kondisi hernia umbilikalis yang berat, maka perlu rujukan untuk ke dokter anak guna perawatan lebih lanjut. Perawatan tali pusar setelah lepas juga tidak perlu ditempeli uang koin untuk mencegah tidak bodong.

????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
2. Perawatan bayi dengan bedong
Bayi baru lahir memang membutuhkan kehangatan, namun bukan dengan membungkusnya rapat-rapat dengan kain bedong. Bila ingin memberi kehangatan, sebaiknya lipatan kain jangan terlalu erat. Sangat disarankan untuk lebih sering membebaskan bayi dari bedong agar bayi dapat bergerak bebas. Merawat bayi dengan membungkus kain bedong menjadi kebiasaan sebagian orangtua selain untuk kehangatan juga karena mereka cemas bila melihat bayinya seperti ada reflek terkejut atau dalam bahasa medis disebut hynogogic startles.

Gerakan seperti refleks terkejut terlihat pada tangan dan kaki bayi seperti kejang dan gemetar namun hanya beberapa detik. Hal ini normal dan akan menghilang sendiri ketika bayi memasuki usia 3 bulan. Cara mengatasinya memberi kehangatan dan kenyamanan dengan memeluk, meletakkan telapak tangan ibu di dada bayi dengan lembut jika terkejut karena suara keras dan memperbaiki posisi tidurnya agar nyaman. Mungkin, ibu khawatir kaki bayinya akan bengkok. Tak perlu cemas. Bayi baru lahir memang kakinya cenderung bentuknya agak bengkok dan menekuk.

Posisi kaki saat bayi baru lahir memang masih belum bisa lurus sehubungan dengan posisi bayi dalam kandungan. Secara perlahan nanti posisi kaki akan normal kembali. Kecuali bila ada kelainan pada bentuk tulang, tentu bidan akan menginformasikan cara perawatan lebih lanjut. Perhatian pada bayi yang panas tidak boleh dibedong, justru akan semakin meningkatkan suhu tubuhnya, dan bayi akan sesak karena tidak bisa bernafas dengan leluasa. Ibu sebaiknya membebaskan tangan dan kaki bayi dari ikatan bedong saat menyusui agar bayi juga bisa bersentuhan dengan ibunya. Kontak fisik ini sangat penting bagi bayi.

????????????????????????????????????????????
3. Penggunaan bedak bayi.
Bayi baru lahir sebaiknya tidak perlu diberi bedak tabur seluruh tubuh usai mandi. Resiko terhirup serbuk halus dari bedak tabur akan masuk paru -paru dan mengganggu pernafasan bayi. Bila memang ingin memberi bedak sebaiknya gunakan bedak padat dengan spon lembut. Cukup usap tipis pada daerah lipatan paha, lipatan bawah lutut, ketiak, dan leher.

Jaga kebersihan saat bayi mandi dengan menyabuni daerah ketiak dan lipatan leher dengan cermat. Akan lebih baik jika bayi setiap selesai mandi kulit bayi tidak diberi bedak tabur atau talk sama sekali. Perawatan bayi usai buang air kecil dan buang air besar dengan menabur bedak di pantat atau alat kelamin tidak direkomendasikan lagi. Menabur bedak justru akan menumpuk kotoran pada daerah alat kelamin bayi dan mudah terjadi lecet atau iritasi. Pori-pori kulit bayi masih sangat sensitif dan perlu sirkulasi udara terutama di daerah pantat dan alat kelamin yang tertutup. Setiap bayi buang air kecil atau buang air besar cukup bersihkan dengan kapas yang dibasahi air hangat dan keringkan dengan handuk lembut.

????????????????????????????????????????????

  1. Penggunaan popok yang aman.
    Sebaiknya, perawatan bayi menggunakan popok kain yang berbahan katun lembut. Bila terpaksa mengunakan pampers saat berpergian, sebaiknya sering diperhatikan kondisi pampers. Ganti setiap basah. Anjuran terbaik adalah gunakan popok kain dari bahan katun yang lembut. Popok kain selain ramah lingkungan juga aman untuk bayi. Bayi terhindar dari resiko alergi dan infeksi dan ruam popok. Salam hangat dan sukses, semoga bermanfaat.
    Selamat menjalani peran menjadi ibu baru

7 Tips Cara Merawat Bayi Baru Lahir Yang Baik Dan Benar:


10301433_1508202432768839_8894664222583153918_nAmbarwatie.3
Cara Merawat Bayi Baru Lahir Yang Baik Dan Benar.
Kelahiran buah hati tentunya menjadi momen berbahagia bagi setiap pasangan. Saat bayi baru terlahir di dunia, maka perlu perawatan khusus agar bisa berkembang dengan baik.
????????????????????????????????????????????
Mungkin bagi Anda pasangan yang baru memiliki anak, pemahaman untuk perawatan bayi masih minim. Supaya Anda bisa merawat bayi lebih baik, beberapa tips cara merawat bayi baru lahir yang baik dan benar berikut ini bisa Anda terapkan.

????????????????????????????????????????????
Intensitas makan yang sering
Saat bulan pertama, bayi sering menangis karena merasa lapar. Sehingga solusi jitu untuk menghentikan tangisannya adalah dengan memberikannya ASI atau susu formula. Saat masih di dalam kandungan, bayi mendapatkan asupan makanan tanpa henti dari plasenta. Oleh karenanya dia tidak pernah menderita lapar. Sang ibu harus memberikan asupan susu pada pagi hari, siang hari, sore hari dan malam hari. Sebelum waktu malam hari menjelang tidur, bayi baru lahir setidaknya mendapatkan ASI setiap dua jam sekali. Rancanglah jadwal menyusui agar bayi tetap merasa kenyang.

????????????????????????????????????????????
Perhatikan pola buang airnya
Bayi baru lahir juga akan buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) tanpa mengenal waktu.Tapi kondisi ini adalah normal atau sangat baik sebagai tanda kalau bayi mendapatkan asupan makanan yang mencukupi. Saat bayi BAK atau BAB pastikan jangan pernah menunda untuk mengganti popoknya. Tujuannya supaya bayi tidak menangis karena merasa tidak nyaman dan dalam kondisi basah. Cermati juga feses dan air seninya, karena bisa untuk menjadi indikator kesehatan bayi. Bila air seni bayi berwarna kuning, maka menjadi pertanda kalau bayi kekurangan cairan. Feses bagi yang diberikan ASI ekslusif teksturnya lebih lunak dan tidak begitu bau. Jangan lupa untuk selalu membersihkan areal alat kelamin setelah bayi BAB atau BAK.

????????????????????????????????????????????
Gunakan pakaian yang sesuai
Bayi baru lahir tidak harus dibedong seharian. Ketika udara panas, coba anda cek bagian belakang lehernya. Bila terasa lembab dan panas berarti bayi mengalami kegerahan. Bila hal ini terjadi segera ganti bajunya dengan yang lebih tipis, berbahan alami seperti katun, mampu menyerap keringat, gampang dicuci dan mudah diseterika. Jika ingin bepergian, maka kenakan topi, kaos kaki, sepatu dan mantel agar bayi tidak mudah terserang masuk angin.

????????????????????????????????????????????
Gunakan kosmetika bayi yang sesuai
Beragam produk sangat mudah ditemui, seperti hair lotion, baby cologne, baby cream, baby powder, baby lotion, baby oil, baby shampoo, baby bath dan sebagainya. Sebenarnya tidak semuanya dibutuhkan oleh bayi. Pilihlah produk yang telah diuji secara klinis atau CMP (Clinical Proven Mild). Segera hentikan pemakaian kosmetika tersebut, bila muncul bercak merah di kulitnya. Karena kondisi ini adalah pertanda kalau produk tersebut menyebabkan alergi karena kandungan tertentu.

????????????????????????????????????????????
Ciptakan lingkungan yang nyaman
Ciptakan lingkungan yang tidak ramai, terlalu dingin atau panas dan terlalu silau. Jangan lupa juga cegah gigitan nyamuk pada bayi. Jangan gunakan obat nyamuk dalam bentuk apapun karena kandungannya bisa menempel pada peralatan bayi dan terhirup. Cara terbaik adalah dengan memasang kelambu.

????????????????????????????????????????????
Mengenali penyakit yang kerap menyerang bayi
Demam setelah imunisasi, lidah berjamur, infeksi mata, hidung tersumbat, ruang popok dan sebagainya adalah penyakit yang kerap menyerang bayi. Ketahui penyebab penyakit ini dan cara mengatasinya dengan tepat.

Menghindari stres kala di dekat bayi
Bayi memang terlihat sangat menggemaskan dan setiap orang ingin menggendongnya. Sebaiknya pastikan orang tersebut tidak memperlakukan dengan cara yang salah. Kedua orang tuanya juga harus bisa menjaga kondisi bayi agar terhindar dari stres. Karena bila ayah dan ibunya sedang stres, bayi juga akan merasakan hal serupa. Sehingga dia terlihat sangat rewel dan sering menangis. Salam hangat dan sukses, semoga bermanfaat.
Selamat menjalani peran menjadi ibu baru

10 Perawatan yang Benar untuk Bayi Baru Lahir:


10301433_1508202432768839_8894664222583153918_nAmbarwatie.2
10 Perawatan yang Benar untuk Bayi Baru Lahir:
Suasana rumah jadi hangat dengan tangis bayi baru lahir. Ketahui 10 cara perawatan yang benar agar bayi baru Anda menjadi bayi paling bahagia sedunia!

???????????????????????????????????????
1. Makan Lagi, Makan Lagi. Pada bulan-bulan pertama, lapar adalah penyebab utama bayi menangis. Karena itu, menawari bayi makan adalah cara paling efektif untuk menyetop tangisnya, meski itu berarti Anda harus menyusui bayi sesering mungkin; pagi, siang, sore dan malam. Mengapa bayi makan lagi makan lagi? Ini karena, rasa lapar adalah sensasi baru baginya. Di rahim ibu bayi terbiasa menerima asupan makanan terus-menerus dari plasenta, sehingga tidak pernah merasa lapar.

Ketika lahir ke dunia, sistem pencernaan bayi belum terbiasa untuk mencerna makanan dalam jumlah besar, kemudian “kosong” beberapa waktu. Untuk membantu bayi beradaptasi dengan perbedaan ini, pada minggu-minggu pertama Anda tidak perlu menjadual jam makan bayi. Berilah dia makan sesering mungkin. Jadual makan bayi akan terbentuk di usia kira-kira lima minggu.

???????????????????????????????????????
2. Waktunya Buang Air! Pipis dan BAB bayi baru juga belum kenal jadual. Tetapi sering buang air adalah hal yang baik, pertanda bayi cukup makan. Jangan tunda mengganti popoknya, agar bayi tidak menangis karena basah dan tidak nyaman. Amati juga air seni dan fesesnya karena keduanya bisa menjadi alat ukur kondisi bayi, misalnya, air seni yang terlalu kuning menandakan bayi kurang cairan. Feses bayi yang mendapat ASI ekslusif lebih lunak dan tidak terlalu berbau. Setelah bayi pipis atau BAB, segera bersihkan alat kelaminnya. Bubuhi bokong dan selangkangannya dengan krim untuk menghindari ruam popok.

???????????????????????????????????????
3. Baby Dress Code. Apa iya, bayi baru lahir harus dibedong sepanjang hari? Apa betul bajunya harus berlapis-lapis dan selalu pakai selimut? Ayahbunda, iklim tropis di negara kita sebenarnya tidak cocok dengan pakaian bayi gaya dibuntel-buntel. Saat udara panas dan bayi berada di ruangan non-AC, coba cek belakang leher bayi, jika terasa panas dan lembab, berarti dia kegerahan. Jika demikian, singkirkan alas tidurnya dan ganti bajunya dengan yang lebih ringan. Pastikan pakaian bayi terbuat dari bahan alami, seperti katun 100%, yang menyerap keringat, mudah dicuci dan disetrika. Panduan berbusana untuk bepergian lain lagi. Kenakan mantel atau cardigan, kaos kaki, sepatu dan topi pada bayi untuk mencegah dia masuk angin.

???????????????????????????????????????
4. Kosmetika Bayi. Kosmetika bayi banyak macamnya, ada baby bath, baby shampoo, baby oil, baby lotion, baby powder, baby cream, baby cologne dan hair lotion. Sebenarnya tidak semuanya dibutuhkan oleh bayi, jadi bijaksanalah dalam memilih. Apa pun mereknya, gunakan produk yang sudah teruji secara klinis atau Clinical Proven Mild (CMP). Jika bayi bereaksi negatif saat dipakaikan kosmetika tertentu, misalnya timbul bercak-bercak merah di kulit, maka kemungkinan ia alergi pada kandungan kosmetika tersebut. Hentikan pemakaian.

Beralihlah pada kosmetika bayi yang bebas bahan kimia (green product). Masih berhubungan dengan meminimalkan persentuhan bayi dengan bahan kimia, hindari juga menggunakan produk pengharum atau pelembut pakaian. Bahan kimia di dalamnya terlalu “kuat” dan bisa mengiritasi kulit bayi.

???????????????????????????????????????
5. Kegiatan yang Dibenci Bayi. Kebanyakan bayi tidak suka acara lepas-pakai baju, mandi, keramas, diberi obat tetes mata dan tetes hidung hidung. Bisa-bisa dia mengamuk! Solusinya, lakukan kegiatan ini dengan cepat, namun tetap hati-hati. Alihkan perhatian bayi dengan mengajaknya bercakap-cakap, memberi pelukan dan ciuman.

???????????????????????????????????????
6. Lingkungan yang Nyaman. Penting menciptakan lingkungan yang nyaman bagi bayi. Usahakan lingkungan bayi tidak terlalu ramai atau berisik, terlalu dingin (kurang dari 20 derajat Celcius) atau terlalu panas (lebih dari 31 derajat Celcius). Bayi juga bisa rewel karena silau, karena itu pastikan cahaya lampu atau sinar matahari tidak jatuh tepat ke matanya. Lingkungan yang nyaman juga berarti bebas gigitan nyamuk dan serangga. Anda bisa melakukan fogging di rumah beberapa hari sebelum bayi hadir. Tidak dianjurkan menggunakan obat pembasmi serangga di kamar bayi karena racunnya bisa menempel di barang-barang bayi. Gunakan saja kain kelambu.

???????????????????????????????????????
7. Mainan Bayi. Fungsi mainan bukan cuma menghibur tetapi juga mengenalkan bayi pada berbagai bentuk dan melatih otot matanya agar lebih terfokus. Untuk itu, pilihlah mainan dengan warna-warna cerah. Mainan bergerak dan berbunyi (musical mobile) yang digantung di tempat tidur akan merangsang indra penglihatan dan pendengaran bayi. Beruang Teddy yang lembut menyenangkan bayi saat ia merabanya. Rattle, mainan genggam yang berbunyi jika digoyang, juga menghibur dan melatih indra bayi. Tetapi tidak selalu harus mainan mahal, lho. Bayi juga sangat terhibur melihat pantulan dirinya di cermin,bayangan di tembok dan tetes hujan. Dan, tentu saja tidak ada yang lebih menggembirakan bayi dibanding saat ia bermain dengan ayah dan ibunya.

???????????????????????????????????????
8. Ritual Tidur. Total waktu tidur bayi baru adalah 16 jam sehari, dengan tidur malam yang gelisah, diseling beberapa kali bangun. Setelah usia 5 minggu, barulah bayi memiliki pola tidur tetap, yaitu tidur lebih awal di malam hari dan terbangun 2 – 3 kali di tengah malam. Ritual tidur bisa membantu bayi tidur lebih cepat dan berkualitas. Tahapannya, mandikan bayi dengan air hangat yang sudah ditetesi baby bath, pijat bayi dengan baby oil atau lotion, setelah itu ciptakan suasana tenang di kamar tidurnya. Anda bisa membacakan dongeng, menyanyikan lagu nina bobok atau membubuhi bayi dengan baby powder. Gunakan produk bayi yang harumnya menenangkan, namun aman dan teruji secara klinis atau Clinically Proven Mild (CMP).

???????????????????????????????????????
9. Kenali Penyakit Bayi Baru Lahir. Kolik, ruam popok, hidung mampet, infeksi mata, lidah berjamur dan demam pasca imunisasi adalah beberapa penyakit langganan bayi baru. Saat mengalaminya, bayi akan rewel dengan tangis yang tidak biasa. Cepat cari tahu dan atasi. Jika Si Kecil ruam popok, buka popoknya bersihkan, dan biarkan dia tanpa popok – diangin-angin – sementara waktu. Hidung mampet, infeksi mata, demam pasca imunisasi dan lidah berjamur dapat diantisipasi dengan resep obat dari dokter. Sedangkan kolik yang umumnya tidak dapat disembuhkan, bisa diatasi dengan membuat bayi nyaman; diayun-ayun, disusui, atau diusap-usap perutnya.

???????????????????????????????????????
10. Orang-orang di Sekitar Bayi. Bayi memang menggemaskan, tetapi, perlakukanlah dia sewajarnya. Jika terlalu banyak orang yang menggendong dan mengajak bercanda, jika sedikit-sedikit pakaiannya diganti, sedikit-sedikit diberi makan, atau jika Ayah dan Bunda bereaksi berlebihan terhadap tangisannya, bayi bisa stres juga. Selain itu, perasaan bayi yang halus membuatnya dapat “menangkap” suasana hati ibu sebagai orang terdekatnya. Ketika mood ibu jelek akibat kelelahan misalnya, bayi bisa tahu dan dia pun ikut-ikutan rewel. Jadi, jagalah suasana hati Anda di dekat bayi. Kalau perlu istirahat, serahkan bayi pada pengasuh lainnya di rumah. Sperti baby sister atau sodari keluarga yang bisa, jika keada’an memungkinan, bisa suami atau ibu kita. Salam hangat dan sukses, semoga bermanfaat.
Selamat menjalani peran menjadi ibu baru
???????????????????????????????????????